JANGAN MUDAH MENYALAHKAN MURID

0
HERU_OPINI
CAPTION : Heru B Setyawan penulis opini dengan judul “Jangan Mudah Menyalahkan Murid”. (FOTO : IST)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

SEBAGAI seorang guru, biasanya kita sering mendapati peserta didik yang melanggar aturan sekolah, atau murid tersebut berlaku berbeda dari murid yang lain.

Untuk menghadapi peserta didik tersebut kita jangan panik, tenang saja dan tetap berprangka baik dengan murid tersebut.

Dengan kata lain sebagai guru kita jangan mudah untuk menyalahkan dan memarahi murid yang melanggar peraturan sekolah.

Contohnya jika peserta didik terlambat masuk sekolah, guru jangan bilang kamu malas dan bangun kesiangan ya sampai terlambat, tapi bilang sambil tersenyum.

Biasanya kamu tidak terlambat, mengapa hari ini kamu terlambat, apa ada masalah mungkin kamu sakit atau terjadi macet dijalan?

Baca Juga :  MENGAPA KURIKULUM SELALU BERUBAH

Dengan guru berkata biasanya kamu tidak terlambat, murid tersebut merasa diperhatikan dan dihargai, serta bukan dilecehkan, disalahkan ataupun dimarahi.

Apalagi dihukum, kecuali jika sering terlambat, maka perlu perhatian lebih khusus lagi, misal hal ini bisa untuk dibicarakan dengan wali kelas, bimbingan konseling dan orang tua murid, kenapa anak ini sering terlambat.

Contoh lain. misal peserta didik ketahuan menyontek atau kerjasama dengan peserta didik yang lain saat ulangan atau ujian.

Maka seorang guru juga jangan langsung menyalahkan dan memarahi murid tersebut. Jadi guru itu memang syarat utamanya harus super sabar bro.

Baca Juga :  BELAJAR SMART DI MUSEUM

Untuk menghadapi murid yang ketahuan menyontek, maka guru bisa berkata, kamu belum belajar ya tadi malam, kok kamu sampai menyontek? Atau kamu kurang percaya diri ya?

Sehingga kamu hari ini sampai menyontek? Kemudian guru tersebut berkata, saya lebih menghargai proses dari pada hasil, jika hari ini kamu belum siap belajar dan nilai kamu jelek, kan ada remedial atau perbaikan.

Atau kamu nanti ulangan lagi ya tapi soalnya berbeda, dengan cara seperti ini, murid merasa tidak malu dan percaya diri lagi, serta nilainya bisa baik lagi, setelah melakukan ulangan susulan.

Baca Juga :  SOLUSI MEMBERANTAS CORET CORET PELAJAR DI KOTA BOGOR

Dan rasa super malu dari peserta didik akan hilang dengan sendirinya, guru harus mengupayakan jangan sampai kita mempermalukan murid dihadapan murid yang lain.

Dan masih banyak contoh yang lain, yang jelas jika murid melakukan kesalahan ringan, asal yang tidak fatal seperti kriminal, kita maafkan saja.

Yang namanya murid masih dalam proses pertumbuhan dan masih membutuhkan pembinaan, justru guru dan orang tualah yang memberi nasihat dan contoh teladan.

Sehingga murid terbiasa untuk hidup tertib dan disiplin, serta malu jika melanggar peraturan sekolah maupun aturan yang berlaku di masyarakat. Jayalah Indonesiaku. ***