Besek Ikan Hasil Kerajinan Abah Satim

0

NARASITODAY.COM – Sudah 15 Tahun, Abah Satim (67) warga Rw 05, Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga menggeluti usaha pembuatan keranjang kecil anyaman Bambu (Besek ikan) .

Dari hasil ketekunan membuat besek ikan,
mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup sehari hari.

Abah Satim memiliki keahlian membuat produksi besek secara turun temurun untuk dijual menjadi kemasan ikan cue yang dikirim ke berbagai daerah di Bogor bahkan sampai Jakarta.

Pada masa sekarang, warga masih mempertahankan keahlian tersebut dan mampu menjadi andalan penghasilan tambahan warga.

Baca Juga :  Kwarran Nanggung Gelar Pesta Siaga Tahun 2024, Memupuk Tali Silaturahmi dan Menggembirakan Para Peserta

Satim mengatakan bahwa membuat besek ikan cukup mudah, karena memang lebih mengutamakan fungsinya untuk kemasan ikan.

“Setiap hari, bagi yang sudah mahir bisa dapat 150 besek. Bahkan ada yang bisa 300 besek,” ungkapnya.

Untuk pembuatan besek ikan, dirinya memproduksi sendiri sampai ribuan besek dalam satu minggu. Mulai dari memotong bambu di kebun sampai menjadi bahan baku dan menganyam menjadi besek berukuran kecil.

“Dalam satu minggu ini, ada 1.500 besek yang siap diambil. Semua saya kerjakan sendiri. Satu besek dijual Rp 180 Rupiah, jika di jual lagi ke pasar oleh warga atau pedagang Rp 250 rupiah,” katanya sambil mengikat besek yang sudah jadi untuk dijual ke pasar.

Baca Juga :  Ini yang Dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Pabangbon di Hari Kedua Puasa Bulan Ramadhan 

Kepala Desa Sukawening, Jarkasih menjelaskan pembuatan besek ikan ini menjadi andalan Abah Satim . Tentunya, ditengah zaman modern ini tidak semua orang yang masih mempertahankan pembuatan besek ikan, seperti Abah Satim.

Seiring berjalannya waktu, keahlian dalam membuat besek turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi hingga Abah Satim.

Baca Juga :  Ingin Melepas Penat dan Bersantai Ditengah Suasana Alam yang Alami di Bogor? Kunjungi 5 Tempat Wisata Ini

Ia menjelaskan, proses pembuatannya mulai dari potong bambu di kebun, lalu dipotong sesuai ukuran dan dibuat menjadi bahan baku. Lalu dianyam menjadi besek untuk dijual.

Dengan keahlian dan keterampilannya dalam membuat besek, tentunya sangat membantu perekonomian keluarga Satim.

“Selain menciptakan nilai ekonomi, bagian penting dalam industri kemasan ikan cue yang sering ada di meja makan kita. Semoga keahlian dan hasil karya Abah Satim terus dilestarikan dan diapresiasi oleh masyarakat luas,” tukasnya.