Kabupaten Bogor Masuk Tiga Besar Penyumbang Judi Online, Ini Pesan Jaro Ade

0

NARASITODAY.COM Siapa menyangka Kabupaten Bogor masuk tiga besar penyumbang judi online, tentunya ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tak terkecuali calon bupati Bogor Jaro Ade.

Ade Ruhandi alias Jaro Ade miris mendengar kabar kurang sedap mengenai tanah kelahirannya, bagaimana tidak, sebagai putra daerah yang pernah menjabat ketua DPRD Kabupaten Bogor itu, selalu menjaga nama baik Bogor.

“Ini merupakan rapor merah buat Kabupaten Bogor, dan ini tidak bisa terus dibiarkan Pemkab Bogor harus ambil sikap langkah – langkah konrit mengenai judi online ini,” ujar Jaro Ade.

Pilolitisi Golkar itupun menyayangkan jika ada oknum ASN yang hoby bermain judi online, dimana sebagai abdi negara harusnya lebih fokus pada melayani masyarakat.

Baca Juga :  Ravindra Sumbang Ribuan bibit Pohon Buah Ke Peserta Upacara Hardiknas di Sukajaya

“Jika ada dan terbukti ada oknum ASN yang suka main slot atau judi online, pimpinannya harus memberikan sanksi tegas pada anak buahnya biara ada efek jera,” kata Jaro Ade.

Jaro Ade Meminta kepada seluruh pihak terutama peran pemerintah dan orang tua agar ikut serta mengawasi anak – anaknya dalam penggunaan smart phone yang sangat rawan digunakan unuk hal – hal kurang baik.

“Disini diperlukan pengawasan pemerintah, terlebih orang tua harus mengawasi putra putrinya dalam menggunakan handphone, bila perlu buat regulasinya,” tutur calin bupati Bogor 2024 itu.

Baca Juga :  Bogor Timur Surganya Sampah, Saatnya Pemkab Bogor Gunakan 3R untuk ImplementasiPengelolaan dan Pengolahan Sampah

Kedepan, lanjut dia, jika dirinya ditakdirkan menjadi bupati Bogor, tentunya ini menjadi perhatian khusus Pemkab Bogor dalam memberantas dan menekan judi online yang bisa merusak masa depan bangsa.

Judi online ini sangat berbahaya dan merugikan. Banyak kasus tentang judi online yang banyak terjerat pinjaman online, yang akhirnya memiskinkan dan banyak orang depresi dan pengangguran semakin meningkat,” tuturnya.

Sekedar informasi, Kabupaten Bogor, masuk tiga besar penyumbang transaksi game online terlarang di Indonesia.

Berbagai cara dilakukan para muspika di Kabupaten Bogor untuk menekan jumlah masyarakat yang bermain game online terlarang.

Baca Juga :  Direktur RSUD Leuwiliang Dokter Vitrie Pantau TPS di 6 Kecamatan

Seperti yang dilakukan Kecamatan Dramaga. “Kami selalu mengadakan sosialisi melalui pengajian-pengajian MUI, kegiatan PKK,” kata Camat Dramaga, Kabupaten Bogor Atep S Sumaryo kepada Radar Bogor Kamis (27/6/2024).

Selain itu kata dia, Muspika Kecamatan Dramaga juga selalu menyampaikan perihal bahaya game online terlarang saat rapat bersama RT dan RW di lingkungannya. “Juga ke sekolah-sekolah,” paparnya.

Sementara itu untuk pegawai Kecamatan Dramaga sendiri kata dia, hingga saat ini belum menemukan anak buahnya yang terlibat ataupun bermain game online terlarang.

Namun, ia mengaku akan menindak dengan tegas jika ada pegawainya yang kedapatan bermain game online terlarang tersebut. ***