NARASITODAY.COM – Kebahagiaan pasca melahirkan seharusnya menjadi momen indah bagi selebgram kontroversial, Denise Chariesta. Namun, kenyataan pahit justru menghantamnya.
Ia harus menghadapi kenyataan pahit ditipu oleh mantan karyawan kepercayaannya sendiri, yang mengakibatkan kerugian finansial yang tak sedikit, mencapai sekitar setengah miliar rupiah. Kisah pilu ini ia bagikan dalam sebuah acara televisi baru-baru ini, membuka luka lama yang ternyata masih membekas.
Dengan nada getir, Denise mengenang masa sulit tersebut. “Aku lagi (baru melahirkan), mereka lagi pestapora maling,” ujarnya saat menjadi bintang tamu dalam acara Rumpi di Trans TV. Kalimat ini menggambarkan betapa terpukulnya ia mendapati orang-orang yang seharusnya membantu justru memanfaatkan kondisinya yang tengah lemah pasca persalinan.
Perempuan berusia 33 tahun ini mengungkapkan bahwa pengkhianatan itu terjadi sejak tahun 2023, tepat ketika ia baru saja menyambut kehadiran sang buah hati. Di tengah fokusnya sebagai seorang ibu baru, orang-orang terdekat di lingkungan bisnisnya justru diam-diam melakukan tindakan yang merugikan.
Menurut pengakuan Denise, mantan karyawan yang tega menggelapkan uang bisnisnya tidak hanya satu orang. Ia menyebutkan beberapa pihak yang terlibat dalam aksi keji tersebut.
“Tadi baru orang yang aku ceritakan, admin, admin, sopir,” ucap pelantun lagu “Istilah Kata” ini, memperjelas bahwa ada sebuah komplotan yang bekerja sama untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari bisnis piyama miliknya.
Denise menjelaskan bahwa para mantan karyawan tersebut telah bersekongkol untuk “menilap” atau mencuri uang dari bisnis piyama yang telah ia bangun dengan susah payah. Akibat perbuatan tak bertanggung jawab ini, ia harus menanggung kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. Jumlah yang tentu saja sangat besar dan berdampak signifikan bagi kelangsungan bisnisnya.
Dampak dari penggelapan ini ternyata lebih jauh dari sekadar kerugian materi. Denise bahkan sampai terlilit utang kepada sejumlah rekan bisnisnya, termasuk para pemilik konveksi yang menjadi mitra kerjanya.
Dengan suara penuh penyesalan, ia menyampaikan permohonan maaf dan meminta pengertian dari pihak-pihak yang dirugikan. “Aku enggak bisa bayar konveksi. Buat konveksi, supplier, aku minta maaf, kasih aku waktu, pasti aku bayar,” tambahnya, menunjukkan kesungguhannya untuk bertanggung jawab meskipun menjadi korban penipuan.
Kisah Denise Chariesta ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kehati-hatian dalam mempercayai orang, terutama dalam urusan bisnis. Di balik gemerlap dunia selebriti dan kesuksesan yang tampak, tersimpan pula potensi pengkhianatan dan kerugian yang bisa menghancurkan.
Denise kini harus berjuang tidak hanya untuk memulihkan kondisi finansial bisnisnya, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan yang telah dirusak oleh orang-orang terdekatnya. Pengalaman buruk ini tentu menjadi pelajaran berharga baginya dan juga bagi siapa pun yang berkecimpung di dunia usaha.***














