Prestasi Gemilang Umar Abdullah dan Dypo Fitra di Tengah Persaingan Ketat Balap Asia

0
Prestasi Gemilang Umar Abdullah dan Dypo Fitra di Tengah Persaingan Ketat Balap Asia

NARASITODAY.COM – Di balik deru mesin dan gemuruh penonton di Shanghai International Circuit, dua nama pebalap Indonesia kembali menjadi sorotan. Umar Abdullah dan Dypo Fitra, duet kebanggaan Tanah Air, sukses mengibarkan semangat merah putih dalam Lamborghini Super Trofeo Asia 2025, meski harus memulai dari titik terendah.

Bukan tanpa drama. Sabtu, 17 Mei, Race 1 menjadi mimpi buruk bagi mereka. Mobil Lamborghini Huracan ST Super Trofeo berwarna biru dan hitam milik Delta Garage Racing yang mereka tunggangi terlibat dalam insiden di lap pertama. Hasilnya? DNF (Did Not Finish). Mimpi naik podium pun seolah menguap di udara Shanghai yang panas dan tegang.

Baca Juga :  FIFA Buka Kasus Besar Pemalsuan Kelayakan Pemain Malaysia di Kualifikasi Piala Asia

“Pasalnya, kami start dari urutan terakhir, menyusul insiden crash yang terjadi pada race 1 laps pertama… dan DNF,” cerita Dypo dalam keterangan resmi, menggambarkan awal yang tak ideal.

Namun, seperti dalam banyak kisah hebat di dunia balap, balapan bukan hanya soal kecepatan tapi ketahanan, strategi, dan mental baja. Pada Race 2, Minggu (18/5), Umar dan Dypo kembali ke lintasan, kali ini membawa semangat revans. Format balap endurance 50 menit plus 1 lap, serta satu kali pit stop membuat setiap detik krusial.

Umar mengambil posisi awal. Melintasi tikungan-tikungan tajam dan lurusan cepat sirkuit Shanghai, satu demi satu mobil lawan berhasil mereka salip. Ketika giliran Dypo mengambil alih kemudi usai pit stop, posisi mereka sempat melesat ke depan.

Baca Juga :  Apresiasi Diri: Glenn Samuel Sampaikan "Terima Kasih Masih Disini" untuk Semua Pendukungnya

“Tapi sayangnya, pada saat Sfy masuk pit (untuk refueling dan ganti pembalap), diovertake dua pembalap sehingga akhirnya finish podium P3,” jelas Dypo.

Meski tak mengunci kemenangan, podium ketiga di kelas AM (Amateur) menjadi pencapaian luar biasa mengingat mereka start dari posisi terbawah dari 44 pebalap internasional.

“Saya tetap puas lah dengan hasil ini, karena salah satunya karena harus start dari posisi paling belakang, namun ternyata bisa mengejar satu demi satu pebalap di depan,” lanjut Dypo dengan nada bangga.

Baca Juga :  Asia dan Indonesia di Pusat Perhatian Dunia atas Dampak Pemanasan Global

Kemenangan ini menyamai hasil yang mereka raih di putaran pertama di Sydney bulan lalu, menegaskan bahwa konsistensi bukan kebetulan semata.

Ajang Lamborghini Super Trofeo Asia belum usai. Putaran ketiga akan digelar di Fuji Speedway, Jepang, pada 27-29 Juni mendatang. Track legendaris yang membentang di kaki Gunung Fuji itu akan jadi medan baru dan mungkin, saksi pencapaian lebih tinggi dari duo Indonesia ini.

Dari titik terbawah hingga naik podium, Umar Abdullah dan Dypo Fitra membuktikan satu hal mental juara bukan tentang selalu menang, tapi tentang tidak pernah menyerah.***