NARASITODAY.COM – Bercak putih pada kuku sering kali muncul tanpa diduga dan membuat banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebabnya? Dalam istilah medis, bercak putih pada kuku dikenal dengan leukonychia.
Biasanya bercak putih ini tidak berbahaya dan akan hilang seiring pertumbuhan kuku. Namun, ada beberapa penyebab serius yang perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lebih lanjut. Berikut 5 penyebab utama bercak putih pada kuku yang perlu diketahui:
1. Cedera pada Kuku
Cedera ringan pada kuku seperti terjepit pintu, terbentur benda keras, atau kebiasaan menggigit kuku bisa menyebabkan bercak putih muncul pada kuku. Kerusakan pada matriks kuku ini akan terlihat saat kuku tumbuh dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga bulan.
2. Infeksi Jamur
Infeksi jamur pada kuku (onikomikosis) bisa menyebabkan munculnya bintik-bintik putih, terutama di bagian kuku yang sering terkena jamur. Jika dibiarkan, jamur kuku dapat menyebabkan kuku menebal, rapuh, dan berubah warna menjadi kuning atau coklat.
3. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan mineral dan vitamin tertentu dalam tubuh seperti zinc, kalsium, dan zat besi dapat memicu munculnya bercak putih pada kuku. Kondisi ini biasa terjadi pada orang yang memiliki pola makan tidak seimbang atau mengalami gangguan penyerapan nutrisi.
4. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa obat seperti kemoterapi untuk pengobatan kanker serta sulfonamida yang digunakan untuk infeksi bakteri, dapat menyebabkan perubahan warna kuku menjadi putih. Efek ini biasanya akan hilang setelah pengobatan selesai.
5. Kondisi Medis Serius
Munculnya bercak putih juga bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu seperti anemia defisiensi besi, penyakit hati (sirosis), gagal ginjal, diabetes, psoriasis kuku, maupun gangguan autoimun. Jika bercak putih disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Jika bercak putih pada kuku tidak kunjung hilang atau disertai keluhan lain seperti sakit, perubahan bentuk kuku, atau warna kuku yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan medis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com













