Meghan Markle dan Pangeran Harry Susun Strategi Damai untuk Perbaiki Hubungan Kerajaan

0
Pangeran Harry
Pangeran Harry dan Meghan Markle. Foto : sindonews.com

NARASITODAY.COM, LONDON — Ketegangan antara Pangeran Harry, Meghan Markle, dan keluarga Kerajaan Inggris tampaknya belum sepenuhnya reda. Menurut laporan terbaru dari Daily Mail yang dikutip Senin (13/10/2025), pasangan Sussex tengah menyusun strategi damai yang diberi nama sandi Project Thaw sebuah upaya untuk mencairkan hubungan yang membeku sejak mereka mundur dari tugas kerajaan.

Salah satu langkah awal dalam misi ini adalah pendekatan bertahap ke Inggris. Kehadiran Meghan di Paris Fashion Week pada 4 Oktober lalu disebut sebagai bagian dari strategi tersebut. “Perjalanan Meghan ke Prancis adalah bagian dari ‘rencana kaum elit’,” ujar editor Daily Mail, Richard Eden, dalam artikelnya.

Eden juga menilai bahwa langkah tersebut bisa menjadi manuver elegan Meghan untuk kembali tampil di lingkaran elite dunia mode. “Apa yang bisa lebih baik daripada foto-foto dirinya disambut dengan ciuman oleh para pesohor mode Eropa serta petinggi Vogue, Anna Wintour?” sindirnya.

Baca Juga :  Mr. Jarwo Ungkap Cerita Dibalik Kolaborasi dengan The Group Band dalam Lagu Terbaru

Eden menambahkan bahwa Project Thaw didorong oleh keberhasilan kunjungan Pangeran Harry ke Inggris pada September lalu, yang menjadi pertemuan pertamanya dengan Raja Charles dalam 19 bulan. Dalam kunjungan tersebut, Harry melakukan kegiatan amal dan bahkan diundang ke Clarence House untuk minum teh bersama sang ayah.

Setelah itu, Harry juga melakukan perjalanan ke Ukraina dan dikabarkan satu kereta dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper. Eden menyebut bahwa Cooper mengagumi Harry dan berharap ia bisa berperan lebih besar di ruang publik Inggris.

Dalam wawancara dengan The Guardian, Harry menyatakan harapannya untuk bisa membawa Meghan dan anak-anak mereka kembali ke Inggris, menyusul pencabutan hak keamanannya awal tahun ini. “Minggu ini jelas telah mendekatkan hal itu,” kata Harry saat itu.

Baca Juga :  Meskipun Mundur, Harry dan Meghan Tetap Pegang Gelar Duke dan Duchess of Sussex

Langkah selanjutnya dalam Project Thaw disebut-sebut adalah kunjungan bersama ke Inggris. Seorang sumber Daily Mail menyebut bahwa Meghan kemungkinan akan datang sebelum akhir 2025, meski dengan perasaan berat.

Namun, tidak semua pihak di dalam istana menyambut hangat rencana comeback tersebut. Sumber kerajaan menegaskan bahwa Raja Charles tetap berpegang teguh pada prinsip yang diwariskan mendiang Ratu Elizabeth II.

“Raja adalah pria yang pemaaf, tetapi sangat tegas dalam menegakkan keputusan mendiang ibunya bahwa tidak boleh ada anggota keluarga kerajaan yang ‘separuh masuk, separuh keluar’,” ujar sumber kepada Daily Mail, dikutip Page Six (21/9).

Baca Juga :  Kiesha Alvaro Cerita Pengalaman Main Film Ahlan Singapore Bareng Rebecca Klopper

Sementara itu, juru bicara Harry memberikan pernyataan singkat dan tenang. “Duke telah menegaskan bahwa fokusnya, terkait keluarganya, adalah ayahnya. Selain itu, dan terkait isu-isu lain yang berkaitan dengan Keluarga Kerajaan, kami tidak akan berkomentar.”

Di sisi lain, kabarnya Ratu Camilla masih menyimpan luka atas isi buku Spare yang ditulis Harry, di mana ia menuliskan hal-hal kurang menyenangkan tentang sang Ratu. “Harry telah bersikap sangat tidak baik kepada Ratu, baik secara tertulis maupun lisan, dan Ratu tidak mudah memaafkan,” ungkap sumber istana kepada Times of London.

Dengan dinamika yang kompleks dan emosi yang belum sepenuhnya pulih, langkah rekonsiliasi pasangan Sussex masih menghadapi jalan panjang dan penuh tantangan.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com