Kasus Kanker Usus Meningkat di Kalangan Gen Z dan Milenial, Kenali 5 Gejala Awal yang Wajib Diwaspadai

0
ilustrasi Meningkat di Kalangan Gen Z dan Milenial, Kenali 5 Gejala Awal yang Wajib Diwaspadai (foto: feepik)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kanker usus besar atau kanker kolorektal kini tak lagi menjadi penyakit yang hanya menyerang orang berusia lanjut. Studi terbaru justru menunjukkan tren mengkhawatirkan: semakin banyak Gen Z dan milenial yang terdiagnosis penyakit ini.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam British Journal of Surgery (BJS) mengungkap bahwa mereka yang lahir pada tahun 1990 memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker usus besar dibanding generasi yang lahir pada tahun 1950. Fakta ini menjadi peringatan serius bahwa gaya hidup modern berperan besar dalam meningkatnya kasus di usia muda.

Gaya Hidup dan Genetik Jadi Faktor Risiko

dr. Sulpiana, M.Biomed, Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, menjelaskan bahwa kombinasi faktor genetik dan kebiasaan hidup tidak sehat menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kanker kolorektal pada generasi muda.

Baca Juga :  5 Kebiasaan Penting untuk Melindungi Otak dari Dampak Negatif Era Digital

“Kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat, serta pola makan tidak seimbang merupakan faktor risiko utama yang dapat memicu kanker kolorektal di usia muda,” ujarnya. Ia menambahkan, individu dengan riwayat keluarga pengidap kanker usus besar memiliki risiko lebih tinggi, tetapi gaya hidup yang tidak sehat kini menjadi pemicu utama, bahkan bagi mereka tanpa faktor genetik.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Kanker kolorektal biasanya berkembang perlahan dan tanpa gejala berarti di tahap awal. Mengenali tanda-tanda awal sangat penting agar bisa deteksi lebih cepat. Berikut lima gejala yang patut diwaspadai:

  1. Perubahan pola buang air besar — frekuensi, tekstur, atau bentuk feses berbeda dari biasanya.
  2. Adanya darah dalam feses — baik darah segar maupun berwarna kehitaman.
  3. Nyeri atau kram perut yang menetap tanpa sebab jelas.
  4. Penurunan berat badan drastis tanpa diet atau perubahan pola makan.
  5. Rasa lelah berlebihan meski sudah cukup istirahat.
Baca Juga :  Kenali 5 Penyebab Utama Mengapa Tubuh Anda Terasa Sakit Setelah Tidur!

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, dr. Sulpiana menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis, termasuk skrining kolonoskopi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau sindrom iritasi usus (IBS).

Langkah Pencegahan Sejak Dini

Perubahan gaya hidup sederhana bisa membantu menekan risiko kanker usus sejak usia muda. Beberapa langkah yang dianjurkan:

  • Perbanyak konsumsi serat dari sayuran, buah, dan biji-bijian utuh.
  • Kurangi daging merah dan makanan olahan tinggi lemak jenuh.
  • Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal dan kesehatan usus.
  • Jaga keseimbangan gizi dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi harian.
Baca Juga :  Mengkudu, Buah Tropis dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

“Kesehatan usus sangat bergantung pada gaya hidup kita. Perubahan kecil seperti memperbanyak serat dan rutin bergerak dapat menurunkan risiko kanker kolorektal secara signifikan,” tegas dr. Sulpiana.

Dengan kesadaran dini dan pola hidup sehat, generasi muda bisa mengurangi risiko kanker usus sekaligus menjaga kualitas hidup di masa depan. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : tabloidbintang.com