Presiden Tinubu Prioritaskan Pencarian Siswi Diculik Saat Krisis Keamanan Nigeria Meningkat

0
Nigeria
Presiden Nigeria, Bola Tinubu. Foto : bbc.com

NARASITODAY.COM, ABUJA Nigeria kembali diguncang serangkaian aksi penculikan dan kekerasan bersenjata yang meluas. Presiden Nigeria, Bola Tinubu, pada Kamis (20/11/2025) memerintahkan Menteri Pertahanan Alhaji Bello Matawalle untuk segera terbang ke Negara Bagian Kebbi. Misi utamanya adalah memimpin langsung pencarian 25 siswi sekolah asrama yang diculik pada awal pekan ini.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah menekankan rekam jejak Matawalle sebagai alasan penunjukan mendadak ini, yang menunjukkan urgensi penanganan kasus penculikan massal.

“Matawalle memiliki pengalaman dalam menangani bandit dan penculikan massal,” kata pihak kepresidenan, merujuk rekam jejaknya.

Keputusan Presiden Tinubu untuk terjun langsung menangani krisis ini juga ditunjukkan dengan penundaan perjalanan internasionalnya ke Afrika Selatan dan Angola untuk menghadiri pertemuan G20 serta KTT Afrika-Uni Eropa, demi fokus pada situasi keamanan domestik.

Baca Juga :  Sudah Masuk Musrenbang, Relokasi Puskesmas Curugbitung Tunggu Realisasi Anggaran

Sayangnya, eskalasi kekerasan tidak hanya terjadi di Kebbi. Laporan kekerasan brutal juga datang dari Negara Bagian Kwara, di mana orang-orang bersenjata menyerbu sebuah gereja pada Selasa lalu, menewaskan dua orang dan menculik 35 lainnya.

Seorang penatua gereja, Michael Agbabiaka, menceritakan kengerian serangan itu kepada AFP.

“Para penyerang melepaskan tembakan, memukuli jemaat, dan mengacak-acak tas mereka, mengambil uang tunai serta ponsel,” ujar Agbabiaka.

Baca Juga :  Presiden Peru Umumkan Status Darurat di Lima dan Callao, Tangani Lonjakan Kriminalitas

Akibat serangan ini, pemerintah Negara Bagian Kwara memerintahkan penutupan sekolah di empat wilayah sebagai langkah pencegahan darurat. Jurubicara pemerintah negara bagian, Ibraheem Abdullateef, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

“Keputusan ini diambil untuk mengelabui para penculik yang mungkin ingin menggunakan anak-anak sekolah sebagai sasaran empuk dan perisai manusia,” kata Abdullateef.

Eskalasi krisis berlanjut di Negara Bagian Niger. Pada Jumat (21/11/2025), pemerintah setempat mengumumkan adanya kasus penculikan siswa terbaru dari sebuah sekolah Katolik.

Pemerintah negara bagian Niger pada Jumat (21/11/2025) mengatakan telah “menerima dengan duka yang mendalam berita yang meresahkan tentang penculikan siswa dari Sekolah St. Mary di wilayah pemerintahan daerah Agwara.”

Baca Juga :  Sidang Parlemen Serbia Ricuh Setelah Oposisi Melempar Granat Asap, Anggota Parlemen Terluka

Jumlah pasti korban masih belum terkonfirmasi, menunjukkan kekacauan informasi di tengah situasi keamanan yang rentan.

“Jumlah pasti siswa yang diculik belum dapat dikonfirmasi karena badan keamanan masih melakukan peninjauan situasi,” kata Abubakar Usman, sekretaris pemerintah negara bagian, dalam sebuah pernyataan.

Langkah pemerintah saat ini juga diambil di tengah tekanan internasional, termasuk ancaman aksi militer dari Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, yang menuduh adanya “pembunuhan umat Kristen” di Nigeria klaim yang dibantah oleh pemerintah Nigeria.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com