Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Italia dan Spanyol, Sehari Setelah Ucapkan Pengurangan di Jerman

0
Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto : aa.com.tr

NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C. – Politik yang kian mendung, aliansi militer Amerika Serikat di tanah Eropa kini berada di ujung tanduk. Presiden Donald Trump secara terbuka melontarkan ancaman untuk menarik mundur personel militer AS dari Italia dan Spanyol, sebuah langkah yang berpotensi mengubah peta keamanan global secara drastis.

Pernyataan provokatif ini muncul hanya sehari setelah Trump mempertimbangkan pengurangan pasukan di Jerman. Ketegangan ini dipicu oleh komentar pedas Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang menyebut Amerika Serikat telah “dipermalukan” oleh Iran. Di saat yang sama, Trump gerah terhadap sekutu NATO yang dianggapnya abai dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz yang strategis.

Sentimen di Balik Ancaman

Sentuhan personal Trump terlihat jelas saat ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap negara-negara yang selama puluhan tahun menjadi markas logistik penting bagi Washington.

Baca Juga :  Startup Tiongkok DeepSeek Tantang Dominasi AI AS dengan Model DeepSeek-V3

“Mungkin saja… kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk,” ujar Trump saat ditanya mengenai potensi penarikan pasukan tersebut.

Respons dari daratan Eropa pun datang dengan nada yang beragam, mulai dari pembelaan diplomatik hingga keheranan. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menegaskan bahwa Madrid tetap menjalin kerja sama dengan para sekutu, namun dengan garis pembatas yang tegas.

“Pemerintah tetap bekerja sama dengan sekutu, namun selalu dalam kerangka hukum internasional,” tegas Sánchez.

Keheranan di Roma

Di Roma, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengaku terkejut dengan retorika dari Gedung Putih tersebut. Ia menepis tuduhan bahwa Italia tidak berkontribusi pada keamanan maritim yang menjadi perhatian AS.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Tekankan Pentingnya Pengelolaan Limbah Kurban untuk Cegah Polusi dan Lindungi Ekosistem

“Saya tidak memahami alasan ancaman tersebut,” ungkap Crosetto, menekankan bahwa Italia selama ini telah menjadi mitra aktif dalam menjaga jalur pelayaran internasional.

Perselisihan ini diduga berakar dari penolakan kedua negara dalam konflik AS-Iran. Spanyol sebelumnya melarang penggunaan pangkalan militer bersama untuk serangan ke Iran, sementara Italia menutup akses pangkalan udara di Sisilia bagi pesawat AS yang mengangkut persenjataan menuju wilayah konflik tersebut.

Benteng yang Mulai Goyah

Selama ini, kehadiran militer AS di Eropa bukan sekadar simbol persahabatan, melainkan urat nadi logistik untuk operasi di Irak, Afghanistan, hingga Iran. Menurut data US Defense Manpower Data Center, terdapat sekitar 68.000 personel aktif AS di Eropa.

Baca Juga :  Iran Nilai Sikap Trump Menantang Ultimatum Perang Sebagai Ungkap Karakter Asli Amerika

Di Italia, sekitar 13.000 personel tersebar di tujuh pangkalan angkatan laut. Sementara di Spanyol, 3.800 personel menjaga fasilitas strategis di Rota dan Morón. Jika ancaman ini menjadi nyata, pangkalan-pangkalan yang selama ini menjadi “benteng” utama AS di Mediterania akan kehilangan penghuninya.

Hingga saat ini, belum ada kepastian seberapa besar dukungan domestik di AS terhadap rencana drastis Trump ini. Namun, satu hal yang pasti: fondasi aliansi transatlantik yang telah dibangun sejak era pasca-Perang Dunia II kini sedang menghadapi ujian terberatnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com