Tim Peneliti Temukan Burung Kuau Raja di Aceh: Status Punah atau Terancam

0
Ilustrasi Burung Kuau

NARASITODAY.COM Sebuah penemuan yang mengejutkan mengguncang dunia konservasi hewan di Indonesia ketika tim peneliti berhasil menemukan burung Kuau Raja (Argusianus argus), yang sebelumnya dianggap hampir punah, di hutan Aceh.

Penemuan ini terjadi setelah survei yang dilakukan di beberapa lokasi, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, dan dibagikan melalui akun YouTube Jaguar SniperKicau pada tanggal 23 Oktober 2023.

Dalam video tersebut, tim peneliti menunjukkan proses pencarian dan penemuan burung yang menjadi maskot Provinsi Sumatera Barat ini, menarik perhatian publik dengan lebih dari 4,8 juta penonton.

Ahmad Syahrial, salah satu peneliti yang terlibat dalam misi ini, mengungkapkan rasa syukur dan keheranannya saat melihat hasil rekaman kamera perangkap yang menunjukkan seekor burung Kuau Raja jantan sedang berjalan-jalan.

Baca Juga :  Bangun Sebelum Fajar? Ini 5 Aktivitas Produktif yang Bisa Mengawali Harimu dengan Lebih Bermakna

“Kami sangat senang dan terkejut ketika kami melihat hasil rekaman perangkap kamera kami. Ini adalah momen berharga karena sebelumnya kami tidak yakin apakah burung ini masih ada di habitat aslinya” ujarnya dalam wawancara setelah penemuan tersebut.

Namun, meskipun burung Kuau Raja ditemukan, statusnya tetap menjadi perdebatan. Heri Tarmizi, peneliti dari Kelompok Studi Lingkungan Hidup, menegaskan bahwa burung ini tidak punah melainkan statusnya terancam punah (Near Threatened) menurut daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

“Statusnya dalam Daftar Merah IUCN menunjukkan bahwa burung ini termasuk hewan yang dilindungi dan bukan punah” jelas Heri saat memberikan keterangan pers di Banda Aceh.

Baca Juga :  Pemkab Cianjur Tegaskan Rp300 Ribu Bukan Gaji Pokok PPPK Paruh Waktu

Penemuan ini juga menyoroti tantangan konservasi yang dihadapi oleh burung Kuau Raja. Habitatnya semakin menyempit akibat pembukaan lahan untuk perkebunan sawit dan pemukiman manusia. Dalam video viral tersebut, tim melakukan pemindahan burung ke hutan yang lebih luas karena lokasi awalnya hanya seluas satu hektare dan dikelilingi oleh aktivitas manusia.

Namun, Heri menyayangkan metode evakuasi yang digunakan oleh tim konten kreator tersebut, yang dinilai tidak sesuai prosedur karena menggunakan jerat untuk menangkap burung. “Pemindahan seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih aman dan sesuai dengan regulasi konservasi” tambahnya.

Baca Juga :  Kohati HMI Cabang Bogor Gelar Sosialisasi Gerakan Pemilih Cerdas, Fokus Tingkatkan Partisipasi Perempuan di Pilkada 2024

Balia, pemilik akun YouTube Jaguar SniperKicau yang melakukan evakuasi, mengakui bahwa ia tidak mengetahui prosedur resmi untuk menangkap dan memindahkan satwa liar yang dilindungi.

“Saya hanya ingin membantu agar hewan ini tetap lestari. Saya tidak tahu harus melapor ke mana,” ungkap Balia saat dimintai keterangan.

Dengan penemuan ini, para peneliti berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian burung Kuau Raja dan habitatnya.

“Kami berharap penemuan ini dapat mendorong upaya konservasi lebih lanjut dan melibatkan masyarakat dalam menjaga keberadaan spesies langka ini” tutup Ahmad Syahrial.***