Gunung Rokatenda Kembali Aktif: Warga Cium Bau Belerang, Status Meningkat ke Level II

0
Ilustrasi Gunung Rokatenda

NARASITODAY.COM Gunung Rokatenda yang terletak di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dinaikkan statusnya menjadi Level II atau Waspada setelah tercium bau belerang yang cukup pekat oleh masyarakat sekitar.

Peningkatan status ini diumumkan oleh Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN, pada Minggu (10/11/2024), setelah dilakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Sejak 1 Oktober hingga 10 November 2024, Gunung Rokatenda tercatat mengalami 24 kali gempa vulkanik dangkal dan 30 kali gempa vulkanik dalam serta sejumlah gempa tektonik lokal dan jauh. Pada 9 November 2024, bau belerang tercium dari pukul 09.00 hingga 17.00 Wita, yang menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.

“Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental yang kami lakukan, serta potensi ancaman yang ada, kami memutuskan untuk menaikkan status Gunung Rokatenda menjadi Level II Waspada,” ungkap Wafid dalam siaran persnya.

Baca Juga :  Cara Membuat Beef Enoki Roll yang Menggugah Selera!

Wafid juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Rokatenda untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi. Ia menyarankan agar warga tidak melakukan kegiatan dalam radius dua kilometer dari puncak gunung untuk menghindari risiko yang lebih besar.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang ” tambahnya.

Dalam wawancaranya setelah pengumuman tersebut, Wafid menjelaskan lebih lanjut tentang langkah-langkah yang akan diambil oleh Badan Geologi.

“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala menggunakan peralatan canggih untuk mendeteksi setiap perubahan aktivitas vulkanik. Selain itu, tim kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda awal aktivitas vulkanik agar mereka dapat mengambil tindakan preventif” katanya.

Baca Juga :  Kemeriahan Safari Bazaar 2024: Dari Kehadiran Puteri Indonesia hingga Pesta Kostum yang Menggembirakan!

Wafid juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi ini. “Kami berharap masyarakat dapat tetap tenang namun waspada. Jika ada tanda-tanda peningkatan aktivitas seperti suara gemuruh atau getaran tanah yang kuat, segera laporkan kepada petugas setempat” ujarnya. 

Peningkatan status ini menjadi perhatian serius bagi warga setempat dan pemerintah daerah, mengingat Gunung Rokatenda merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang memiliki sejarah letusan.

Dengan adanya laporan bau belerang dan aktivitas seismik yang meningkat, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan perubahan lebih lanjut dalam aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang juga telah mempersiapkan rencana evakuasi jika diperlukan dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Dengan informasi dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan keselamatan masyarakat dapat terjaga dengan baik di tengah peningkatan aktivitas Gunung Rokatenda ini.

Baca Juga :  Belanda Tambah Pajak untuk Danai Pertahanan, Rob Jetten Jadi PM Termuda

Warga setempat juga memberikan tanggapan mengenai situasi ini. Salah satu warga desa dekat kaki gunung, Siti Aminah, menyatakan kekhawatirannya. “Kami sudah terbiasa dengan aktivitas gunung ini, tetapi bau belerang kali ini terasa lebih kuat dari biasanya. Kami berharap pemerintah selalu memberikan informasi terbaru agar kami bisa bersiap jika terjadi sesuatu,” ujarnya.

Semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat di sekitar Gunung Rokatenda dalam menghadapi potensi risiko yang mungkin timbul akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini. ***