NARASITODAY.COM – Intel menghadapi tekanan yang semakin besar setelah laporan mengenai masalah ketidakstabilan pada prosesor generasi ke-13 dan ke-14 yang menyebabkan banyak pengguna mengalami crash saat menggunakan PC mereka.
Sejak awal tahun 2024, banyak pengguna melaporkan bahwa prosesor seperti Core i9-13900K dan i9-14900K sering mengalami masalah terutama saat menjalankan game dengan grafis tinggi seperti The Callisto Protocol dan Hogwarts Legacy. Masalah ini telah memicu keluhan luas di kalangan gamer dan pengguna PC, yang merasa dirugikan oleh performa perangkat keras yang tidak sesuai harapan.
Menurut laporan dari berbagai sumber, Intel mengakui bahwa penyebab utama dari masalah ini adalah peningkatan voltase operasional yang disebabkan oleh kesalahan dalam algoritma microcode.
Thomas Hannaford seorang karyawan Intel, menyatakan bahwa perusahaan sedang mengembangkan patch untuk memperbaiki masalah ini dan berencana merilis pembaruan pada pertengahan Agustus 2024.
“Kami menemukan bahwa peningkatan penggunaan voltase menyebabkan ketidakstabilan di sejumlah prosesor desktop generasi ke-13 dan ke-14” jelas Hannaford dalam forum perusahaan.
Namun, meskipun Intel berusaha memperbaiki masalah ini, sejumlah firma hukum di Amerika Serikat telah mulai menyiapkan tuntutan hukum terhadap perusahaan tersebut. Abington Cole + Ellery, salah satu firma hukum yang terlibat, sedang mengumpulkan data dari konsumen yang terdampak untuk membangun kasus terhadap Intel.
“Kami khawatir bahwa meskipun Intel telah memperpanjang masa garansi untuk prosesor bermasalah, mereka tidak memberikan kepastian bagi konsumen yang membeli PC pre-built ” ungkap seorang pengacara dari firma tersebut.
Dalam wawancara dengan media, salah satu pengguna yang mengalami masalah, David Santoso, berbagi pengalamannya. “Saya membeli PC dengan prosesor Intel generasi terbaru karena ingin merasakan performa terbaik untuk gaming. Namun, saya sangat kecewa ketika sering mengalami crash saat bermain game favorit saya” katanya. David menambahkan bahwa ia merasa dirugikan karena tidak mendapatkan kualitas yang dijanjikan oleh produsen.
Sementara itu, YouTuber terkenal Gamers Nexus juga menyatakan ketidak puasannya terhadap produk Intel saat ini. “Saya tidak akan merekomendasikan prosesor Intel generasi ini kepada siapa pun sampai mereka benar-benar menyelesaikan masalah ketidakstabilan ini” ujarnya dalam video terbaru.
Dengan meningkatnya jumlah keluhan dan tuntutan hukum yang diajukan, Intel kini berada di bawah tekanan untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memulihkan reputasi mereka.
Jika tuntutan hukum berhasil, perusahaan mungkin harus membayar ganti rugi kepada konsumen yang terdampak. Situasi ini menjadi perhatian serius di industri teknologi, mengingat dampak jangka panjangnya terhadap kepercayaan konsumen dan posisi pasar Intel di tengah persaingan yang ketat dengan produsen chip lainnya.
Intel berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada konsumen mengenai langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan.
“Kami memahami frustrasi yang dialami oleh pengguna kami dan berusaha secepat mungkin untuk mengatasi masalah ini” tambah Hannaford. ***














