Band Rock Alternatif For Revenge Melahirkan “Penyangkalan-Acoustic”: Suasana Emosi yang Unik

0
Ilustrasi For Revenge

NARASITODAY.COM Grup musik rock alternatif asal Bandung, For Revenge, baru saja meluncurkan versi akustik dari single mereka yang berjudul “Penyangkalan,” yang diharapkan dapat menghadirkan nuansa baru dan menunjukkan sisi lain dari band ini.

Dalam siaran pers yang diterima, band yang terdiri dari Moch Boniex Nurwega, Arief Ismail, Izha Muhammad, dan Archims Pribadi ini mengungkapkan bahwa ide untuk menciptakan versi akustik ini muncul setelah mereka ingin mengeksplorasi kedalaman emosi dari karya asli mereka.

Proses kreatif hingga rekaman memakan waktu sekitar satu bulan, dan hasilnya adalah sebuah lagu yang lebih lembut dan intim, jauh dari karakter keras yang biasanya menjadi ciri khas mereka.

Vokalis Moch Boniex mengaku bahwa ia harus menyesuaikan gaya bernyanyinya menjadi lebih halus agar sesuai dengan aransemen baru yang dihadirkan dalam “Penyangkalan-Acoustic.” “Kami ingin pendengar merasakan kehangatan dan kedalaman emosi yang berbeda dari lagu ini,” ujarnya. 

Baca Juga :  Lenirra Kembali Bangun Vila Tanpa Izin

“Kami mulai dengan mendengarkan kembali versi asli dan mencoba merasakan apa yang bisa ditangkap dari liriknya. Kami ingin mengeluarkan sisi emosional yang mungkin tidak terlalu terlihat di versi rock-nya,” katanya.

Dengan pendekatan baru ini, For Revenge berharap dapat menarik perhatian penikmat musik akustik yang mungkin sebelumnya belum mengenal mereka. Lagu ini sudah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 14 November 2024 dan mendapatkan sambutan positif dari penggemar.

“Kami sangat senang melihat reaksi positif dari pendengar. Banyak yang mengatakan bahwa mereka merasakan kedekatan emosional saat mendengarkan versi akustik ini,” tambah Boniex dengan antusias.

Selain “Penyangkalan,” For Revenge juga merencanakan untuk merilis dua single lainnya dalam format akustik, yaitu “Sadrah” dan “Semula.” Menariknya, untuk kedua lagu tersebut, mereka akan berkolaborasi dengan musisi lain Meiska untuk “Sadrah” dan More on Mumbles untuk “Semula.” Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memberikan warna baru pada karya mereka.

Baca Juga :  Upah Tinggi dan Stabilitas Sosial Pendorong Utama Relokasi Pabrik Jawa Barat ke Jawa Tengah

Boniex menambahkan bahwa kolaborasi dengan Meiska sudah direncanakan jauh sebelum ide akustik ini muncul, setelah keduanya mendapatkan respons positif saat menyanyikan lagu “Sadrah” bersama dalam sebuah acara.

“Kolaborasi dengan Meiska sangat menyenangkan karena dia membawa nuansa berbeda pada lagu tersebut,” ujar Boniex.

“Kami merasa bahwa suara dan gaya musiknya sangat cocok dengan apa yang kami inginkan untuk ‘Sadrah’. Kami berharap hasilnya bisa dinikmati oleh semua orang.”tambanya

Sementara itu, Arief Ismail, gitaris band ini, menambahkan bahwa proses rekaman untuk versi akustik memberikan tantangan tersendiri bagi mereka. “Kami harus benar-benar memperhatikan detail dalam aransemen dan permainan alat musik agar bisa menyampaikan emosi dengan tepat,” jelasnya.

Baca Juga :  Rayakan Luka Lagi! for Revenge Umumkan Album Babak 2 Penuh Fase Penerimaan​

Penyangkalan-Acoustic,” For Revenge berharap dapat memperkenalkan sisi lain dari musik mereka kepada publik. Mereka ingin menunjukkan bahwa di balik musik rock yang intens, terdapat kedalaman emosi yang lebih halus dan intim. Jika respon terhadap proyek akustik ini positif, bukan tidak mungkin mereka akan merilis lebih banyak lagu dalam format serupa di masa depan.

“Kami sangat terbuka untuk eksplorasi lebih lanjut dalam genre akustik,” kata Boniex. “Musik adalah tentang berekspresi dan kami ingin terus mengeksplorasi berbagai cara untuk menyampaikan cerita kami.”

Sambil menunggu karya-karya baru tersebut, penggemar dapat menikmati “Penyangkalan-Acoustic” yang kini telah bisa didengarkan di semua platform musik digital.***