NARASITODAY.COM – Microsoft secara resmi mengumumkan komitmen investasi sebesar USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 27,6 triliun untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) terbaru di Indonesia, yang merupakan investasi terbesar dalam sejarah 29 tahun kehadiran perusahaan tersebut di tanah air.
Dalam peluncuran program ElevAIte Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, menyatakan bahwa investasi ini tidak hanya akan memperkuat infrastruktur teknologi di Indonesia tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen investasi yang signifikan ini, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan publik dan membantu menjaga ruang digital yang sehat dan produktif,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Jakarta.
Meutya menjelaskan bahwa program ElevAIte dirancang untuk memberikan pelatihan kecerdasan buatan kepada satu juta talenta digital di Indonesia hingga tahun 2025. “Kami berharap sebagian besar peserta pelatihan ini adalah perempuan dan kelompok masyarakat yang kurang terwakili. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan AI yang inklusif,” tambahnya.
Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menambahkan bahwa investasi ini akan menciptakan peluang baru di sektor digital dan membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil dalam bidang AI.
“Dengan infrastruktur AI terbaru yang kami bangun, kami berharap dapat mendukung pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” jelasnya.
Microsoft berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan institusi pendidikan untuk memastikan pelatihan yang diberikan sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
Investasi ini juga mencakup pembangunan pusat data baru di Indonesia, yang akan memungkinkan pengembang lokal untuk melatih model AI mereka sendiri dengan menggunakan infrastruktur kelas dunia.
“Kami percaya bahwa dengan investasi ini, Microsoft dapat berkontribusi pada kemajuan digital Indonesia dan mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutup Dharma.
Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta menciptakan ekosistem yang lebih inklusif bagi semua kalangan.***














