“Ngawur!” Baskara Hindia Menilai Saran Prabowo Tentang Perluasan Kelapa Sawit yang Berbahaya!

0
Ilustrasi Baskara

NARASITODAY.COM Musisi Baskara Putra, yang lebih dikenal dengan nama Hindia, memberikan kritik tajam terhadap saran Presiden Prabowo Subianto mengenai perluasan penanaman kelapa sawit di Indonesia.

Dalam sebuah acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang berlangsung di Gedung Bappenas pada 30 Desember 2024, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia perlu menambah lahan untuk kelapa sawit tanpa khawatir akan dampak deforestasi. Pernyataan ini langsung menuai reaksi negatif dari berbagai kalangan, termasuk dari Baskara yang menilai saran tersebut sebagai “ngawur.”

Melalui cuitan di media sosial X (sebelumnya Twitter), Baskara mempertanyakan bagaimana para pendukung Prabowo akan membela pernyataan tersebut. “Tebak-tebakan, kira-kira dicebokin seperti apa statement 100 persen ngawur ini oleh buzzer TikTok?” sindirnya, merujuk pada respons yang sering kali diberikan oleh pendukung pemerintah meskipun ada kontroversi.

Baca Juga :  Sujimin: MBG Bukan Hanya Pendidikan, Tapi Investasi Terbaik Anak Generasi Emas

Ia menambahkan bahwa pernyataan Prabowo berpotensi membahayakan lingkungan, mengingat deforestasi dapat menyebabkan berbagai masalah serius seperti banjir, tanah longsor, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Baskara bukan satu-satunya yang merasa khawatir dengan saran tersebut. Banyak aktivis lingkungan dan serikat petani juga mengkritik ide Prabowo untuk memperluas lahan kelapa sawit tanpa mempertimbangkan dampak ekologisnya.

Baca Juga :  Kebanggaan Nasional di Jalan Merdeka, Momen Hangat Presiden Prabowo Naik Maung ke Upacara HUT ke-80 TNI

Dalam wawancara terpisah, seorang aktivis lingkungan menyatakan, “Kita sudah melihat dampak negatif dari ekspansi kelapa sawit sebelumnya. Kita tidak bisa mengorbankan hutan dan ekosistem demi keuntungan jangka pendek.”

Di media sosial komentar netizen pun ramai meramaikan kolom komentar cuitan Baskara dengan berbagai tanggapan. Salah satu pengguna menulis, “Kan pohon gunanya untuk menyerap air, makanya butuh banyak,” menunjukkan bahwa ada pandangan yang berseberangan dengan kritik Baskara.

Sementara itu, netizen lain menambahkan, “Setuju banget! Kita harus melindungi hutan kita dari kebijakan ngawur seperti ini!”

Baca Juga :  Atap SMKN 1 Cileungsi Roboh, Marlyn Maisarah Insist Pemkab Bogor Lakukan Penyidikan

Dengan semakin banyaknya suara yang menentang saran Prabowo, situasi ini mencerminkan ketegangan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan di Indonesia. Banyak orang berharap agar pemerintah lebih mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan-kebijakan yang diambil.

Baskara sendiri berharap agar masyarakat lebih kritis dalam menanggapi kebijakan-kebijakan yang berpotensi merusak alam demi keuntungan jangka pendek. “Kita harus bersuara untuk bumi kita,” tegasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel