Pemdes Sadengkolot Imbau Warganya Waspada Longsor di Musim Penghujan

0
Sekretaris Desa (Sekdes) Sadengkolot, Sudiman saat di jumpai wartawan di kantornya. Jum'at (31/01) foto dok : zho

NARASITODAY.COM – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya tanah longsor.

Pasalnya, bencana ini sering terjadi secara tiba-tiba dan berisiko tinggi bagi pemukiman warga.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sadengkolot, Sudiman, mengungkapkan bahwa terdapat beberapa titik rawan longsor di wilayahnya.

“Wilayah yang paling rawan berada di Dusun Satu, mencakup dua RW di Kampung Tenjo Asih dan Kampung Cimandirasa. Sedangkan di Dusun Dua, daerah yang berisiko adalah Kampung Ciranji dan Kampung Cimanggu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/1).

Baca Juga :  Bogor Fokus pada Pelestarian Sejarah, Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Identitas Daerah

Menurutnya, potensi longsor di kawasan tersebut cukup tinggi, sehingga pemerintah desa secara rutin memberikan imbauan kepada warga melalui pengurus RT, RW, dan Kepala Dusun (Kadus).

“Kami selalu mengingatkan warga agar waspada terhadap cuaca ekstrem, baik melalui grup perpesanan, rapat bulanan, maupun pertemuan minggon bersama aparat kecamatan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa telah menyiapkan lokasi evakuasi yang dinilai aman jika terjadi longsor.

Baca Juga :  Bupati Bogor Lantik Empat epalaK Desa PAW, Minta Jalankan Amanah Dengan Penuh Dedikasi Dan Tanggungjawan Untuk Rakyat

“Di Dusun Satu dan Dusun Dua, kami memiliki lapangan sepak bola yang jauh dari pepohonan besar, sehingga relatif aman digunakan sebagai tempat evakuasi,” kata Sudiman.

Ia mengingatkan bahwa bencana tanah longsor bukanlah hal baru bagi warga Sadengkolot. Pada tahun 2023 lalu, longsor sempat melanda Kampung Cimanggu, Kampung Kranji, dan Kampung Cimandirasa. Meski tidak menelan korban jiwa, beberapa rumah warga terdampak, menyebabkan kerugian materil yang cukup besar.

Baca Juga :  Jagung Hasil Panen Polisi di Bogor Langsung Didistribusikan Ke Bulog

“Saat itu, sekitar tiga rumah terdorong oleh longsoran tebing. Beruntung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor segera turun tangan untuk menangani dampaknya,” jelasnya.

Sudiman menekankan bahwa upaya edukasi kepada warga sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.

“Namun, kondisi ini cukup dilematis karena banyak warga yang tidak memiliki pilihan lain selain menetap di wilayah rawan longsor,” pungkasnya. (Zho).***