Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi PT Antam Pongkor, Tanam Ribuan Pohon dan Bahas Masa Depan Tambang

0
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di dampingi manajemen PT Antam Pongkor, usai melakukan penanaman pohon di Kampung Gunung dahu, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor. Foto dok : Zho.

NARASITODAY.COM – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama rombongan mengunjungi tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (01/2/2025).

Kedatangannya sekitar pukul 13.00 WIB disambut hangat oleh manajemen perusahaan, unsur Muspika Kecamatan Nanggung, serta masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif tidak hanya meninjau langsung tambang bawah tanah yang telah beroperasi sejak 1998 itu, tetapi juga ikut serta dalam penanaman ribuan pohon di wilayah yang tidak jauh dari perusahaan tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Indonesia dan Belanda Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Air untuk Hadapi Tantangan Iklim

Dalam pernyataannya, Hanif Faisol Nurofiq menyebut bahwa masa eksplorasi tambang Pongkor kemungkinan akan berakhir dalam beberapa tahun ke depan.

“Mungkin 2028 atau 2030, eksplorasi tambang ini tidak lagi terlalu ekonomis sehingga kemungkinan akan dilakukan penutupan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tradisi Ziarah Mbah Kolot Pidin di Gunung Putri Terus Dilestarikan

Meski demikian, Mentri 28 ini mengapresiasi langkah PT Antam Pongkor yang telah menjalankan operasi tambangnya dengan standar lingkungan yang tinggi.

“PT Antam Pongkor telah memiliki skenario tambang yang baik dan berhasil memodifikasi diri sebagai unit usaha yang memenuhi standar proper tertinggi,” katanya.

Hanif juga menyoroti upaya PT Antam dalam bekerja sama dengan tokoh masyarakat untuk mengurangi aktivitas penambangan ilegal yang sebelumnya marak di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Hari Pertama Puasa Jalan Raya Lukut Nanggung Macet Total, Puluhan Warga Berburu Kuliner Sambil Ngebuburit

“Sebelum 2015, kegiatan illegal mining masih terjadi di daerah ini. Namun, dengan pendekatan sistematis, tambang ilegal berhasil ditutup,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang kini lebih sadar terhadap pentingnya pertambangan yang ramah lingkungan.

“Saya berterima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat yang telah berperan dalam mengubah pola kehidupan menjadi lebih ramah lingkungan,” tutupnya.***