Gregoria Tanggalkan Turnamen Lain, Fokus Menangkan All England Open 2025

0
Gregoria Tanggalkan Turnamen Lain, Fokus Menangkan All England Open 2025

NARASITODAY.COM – Formasi pemain tunggal putri Indonesia pada tur Eropa tahun ini tergolong cukup terbatas. Akan ada empat turnamen yang digelar di Eropa dalam waktu satu bulan ke depan, yaitu German Open 2025, Orleans Masters 2025, All England Open 2025, dan Swiss Open 2025. Keempat turnamen tersebut akan dilaksanakan berturut-turut dari tanggal 25 Februari hingga 23 Maret 2025.

Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, menjelaskan bahwa hanya ada tiga pemain didiknya yang akan berkompetisi dalam rangkaian tur Eropa BWF World Tour tersebut.

Mereka adalah Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, dan Komang Ayu Cahya Dewi. Imam mengungkapkan bahwa Gregoria hanya akan mengikuti satu turnamen dari empat yang ada, yaitu All England Open 2025.

Baca Juga :  5 Perilaku Cringe yang Wajar dan Sering Terjadi, Yuk Terima Diri Sendiri

All England merupakan turnamen dengan level tertinggi di antara tiga lainnya, yakni Super 1000. Sementara itu, Komang Ayu akan menjadi satu-satunya pemain tunggal putri yang mengikuti German Open 2025 dan Orleans Masters 2025. Putri Kusuma Wardani akan berpartisipasi dalam dua turnamen, yaitu All England Open 2025 dan Swiss Open 2025.

“Untuk Jerman dan Orleans, hanya ada Komang Ayu Dewi di tunggal putri,” ujar Imam Tohari di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (19/2/2025). “Sedangkan untuk All England dan Swiss, Gregoria hanya mengikuti All England, sementara Putri Kusuma dari All England akan melanjutkan ke Swiss.”

Baca Juga :  Lumpia Biasa Sudah Ketinggalan Zaman! Coba Resep Lumpia Dower Renyah dengan Pedas yang Nampol, Bikin Ketagihan

Imam juga menjelaskan persiapan para pemain tunggal putri menjelang tur Eropa. Khususnya untuk Komang Ayu, yang hanya memiliki waktu istirahat kurang dari seminggu setelah bertanding di Kejuaraan Beregu Campuran Asia, sebelum kembali berangkat ke Jerman.

“Persiapan sejauh ini memang terpotong banyak pertandingan, karena baru saja dari BAMTC Asia, tapi dengan waktu yang singkat, yang penting fokus pada strategi dan teknik di lapangan,” kata Imam.

Baca Juga :  Terjerat Benang Layangan, Pemotor Bogor Melawan Bahaya di Jalan Raya

“Secara fisik, saya rasa para pemain sudah siap, tinggal yang paling penting adalah pembawaan mereka saat pertandingan, terutama dalam penerapan metode. Kadang-kadang, saya melihat masih banyak error sendiri,” tambah Imam.

“Di poin-poin penting, pemain masih terlalu banyak berpikir, yang mengakibatkan permainan mereka tidak optimal. Karena kalau saya lihat, mereka sebenarnya bisa bermain lebih baik, tapi ada ketegangan yang mempengaruhi performa mereka.”tutupnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel