NARASITODAY.COM – Hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 di Pelabuhan Merak dimulai dengan pemantauan langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.
Bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Purwantono, dan Direktur ASDP Heru Widodo, Irjen Agus memantau kondisi arus mudik yang mulai meningkat, meskipun situasinya masih terkendali dan normal.
“Hari ini adalah hari pertama Operasi Ketupat, dan mulai pukul 00.00, kendaraan sumbu tiga sudah tidak beroperasi. Kami sudah menyiapkan skenario untuk puncak arus yang diperkirakan terjadi pada tanggal 28. Namun, hari ini masih hijau, masih normal,” kata Irjen Agus di Port Operation Control Center (POCC) Pelabuhan Merak, Senin (24/3/2025).
Irjen Agus menegaskan bahwa Korlantas Polri telah mempersiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi selama puncak arus mudik. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah sistem penundaan (delaying system), yang akan dilakukan secara bertahap sejak Kilometer 68.
“Delaying system ini berantai. Begitu arus mulai padat di Kilometer 68, kami akan terapkan. Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi H-3, berdasarkan analisa kami tahun lalu. Jika kepadatan semakin panjang, sistem penundaan ini akan kami tarik mundur ke Kilometer 43, dan jika perlu, hingga Kilometer 13,” jelas Irjen Agus, menambahkan bahwa mekanisme dan skenario untuk mengelola arus mudik sudah dipersiapkan dengan matang.
Selain itu, pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk memantau kondisi di lapangan secara real-time. Mengenai aturan ganjil-genap, Irjen Agus mengingatkan bahwa kebijakan tersebut bersifat himbauan dan bertujuan untuk mengurai kepadatan.
“Ganjil-genap itu sifatnya imbauan. Diharapkan pemudik bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan sesuai dengan nomor kendaraan mereka, untuk membantu meringankan kepadatan di jalan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa Operasi Ketupat 2025 adalah operasi kemanusiaan, dengan prioritas utama adalah memberikan rasa aman bagi para pemudik, baik yang melintasi Transjawa maupun yang menggunakan pelabuhan menuju Lampung dan Sumatera.
Untuk memastikan kelancaran operasi, Polri juga akan menggunakan teknologi kamera e-TLE untuk memantau pelat nomor kendaraan. “Kami akan menggunakan e-TLE untuk mencatat data kendaraan, karena yang terpenting adalah kepatuhan dan disiplin pengendara. Meskipun ini operasi kemanusiaan, kami tetap berharap pemudik mematuhi aturan lalu lintas, karena semuanya demi ketertiban dan keselamatan bersama,” ujar Irjen Agus.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antar pihak terkait, Polri berharap dapat menjaga kelancaran arus mudik dan mencegah terjadinya kemacetan saat Lebaran.***














