Bermodal Jaket Ojol, Pencuri Motor Nekat Tembak Warga yang Melawan

0
Ilustrasi Bermodal Jaket Ojol, Pencuri Motor Nekat Tembak Warga yang Melawan

NARASITODAY.COM – Keheningan dini hari di sebuah pemukiman padat di Jalan Gang Merpati, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pecah oleh suara tembakan. Bukan petasan, melainkan letusan senjata api yang dilepaskan oleh dua orang pelaku pencurian sepeda motor. Aksi nekat para pelaku tak hanya menyasar kendaraan, namun juga melukai seorang warga yang berani menghadang kejahatan mereka.

Rekaman video yang beredar luas menjadi saksi bisu betapa beraninya aksi kedua pelaku. Salah seorang di antaranya bahkan terlihat mengenakan jaket ojek online (ojol) sebagai kamuflase. Mereka menyatroni sebuah gang, mengincar sepeda motor warga yang terparkir di pinggir jalan.

Namun, aksi mereka tak berjalan mulus. Korban, yang identitasnya diketahui sebagai MT (54), memergoki gelagat mencurigakan kedua pelaku yang tengah berusaha menggasak kendaraannya. Spontan, teriakan minta tolong pun memecah kesunyian subuh.

Alih-alih gentar, salah satu pelaku justru mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban. “Terdengar dua kali bunyi tembakan seraya teriakan warga,” menggambarkan betapa mencekamnya situasi saat itu.

Baca Juga :  Polresta Bogor Kota Amankan 26 Motor, Imbau Warga yang Kehilangan Segera Lapor

Kapolsek Tebet Kompol Murodih membenarkan terjadinya peristiwa berdarah ini. “Kalau untuk jumlah berdasarkan hasil penyelidikan itu (pelaku) dua orang,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (20/4/2025). Pihak kepolisian segera bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti penting.

Luka di Pinggul dan Tembakan ke Rumah: Brutalnya Aksi Maling yang Gagal

Kompol Murodih menjelaskan lebih lanjut bagaimana keberanian korban dalam mempertahankan haknya justru berbuah luka. “Korban MT (54) sempat mencoba menggagalkan aksi pelaku namun berujung ditembak di bagian pinggul.”

Tak hanya itu, pelaku yang kalap juga melepaskan tembakan ke arah rumah warga sebagai bentuk intimidasi saat berusaha melarikan diri. “Pelaku lalu melarikan diri setelah melepaskan dua kali tembakan usai aksinya tersebut digagalkan,” tegasnya.

Lebih detail, Kompol Murodih menggambarkan detik-detik mencekam saat pelaku melarikan diri. “Nah kurang lebih mungkin antara 3 meter pelaku kan mau lari menggunakan sepeda motor, nah ternyata yang belakang ini yang dibonceng ini menggunakan senpi gitu.

Baca Juga :  Menavigasi Pustaka Digital: Strategi dan Tantangan di Era Disrupsi Kontemporer

Dengan menembak si korban gitu.” Setelah melukai korban, pelaku kembali beraksi brutal. “Kalau nggak salah ya, hasil penyelidikan (ditembak) di bagian pinggul-pinggul. Terus yang kedua si pelaku menembak ke rumah warga yang kedua kalinya,” imbuhnya.

Jejak Peluru dan Perburuan Maling Sadis yang Intensif

Kegagalan menggasak sepeda motor tak membuat para pelaku menyesal. Mereka justru meninggalkan jejak teror dengan dua kali tembakan. “Terus yang kedua si pelaku menembak ke rumah warga yang kedua kalinya,” kata Kompol Murodih, menegaskan betapa berbahayanya para pelaku ini.

Beruntung, meski gagal membawa kabur motor incaran, para pelaku meninggalkan alat-alat kejahatan di lokasi kejadian. Polisi pun berhasil mengamankan proyektil peluru sebagai barang bukti penting dalam penyelidikan.

Kini, fokus utama aparat kepolisian adalah memburu kedua pelaku yang tergolong sadis ini. “Benar pelaku masih diburu. Masih mengumpulkan bahan keterangan,” tegas Kapolsek Tebet Kompol Murodih. Berdasarkan penyelidikan awal, “Kalau untuk jumlah berdasarkan hasil penyelidikan itu (pelaku) dua orang,” ulangnya.

Baca Juga :  5 Cara Mengusir Hama yang Banyak Dipercaya, Namun Sering Gagal!

Kondisi Korban di ICU: Harapan Pemulihan di Tengah Trauma

Luka tembak di bagian pinggul membuat korban MT harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. “Kalau nggak salah, hasil penyelidikan (ditembak) di bagian pinggul-pinggul,” ungkap Kompol Murodih. Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi terkini korban. “Karena memang kondisi masih belum boleh, ya anggota masih belum bisa menginterogasi. Karena masih di ruang ICU tapi untuk pelaksanaan operasi sudah berjalan baik,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi alarm bagi warga Jakarta Selatan, khususnya di kawasan Tebet, akan bahaya kejahatan jalanan yang semakin berani dan brutal. Keberanian korban MT patut diapresiasi, namun insiden ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan di lingkungan pemukiman.

Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menangkap para pelaku dan memberikan rasa aman kembali kepada masyarakat. Trauma akibat kejadian ini tentu akan membekas, namun semangat kebersamaan dan kewaspadaan diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan warga dari ancaman kejahatan.***