Petani di Desa Malasari Kecewa, Lahan Garapan Dilarang Tanam Cabai

0
Tangkapan layar Vidio para petani di Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor kecewa dan rusak Mulsa plastik yang baru mau ditanami cabai

NARASITODAY.COM- Sejumlah petani di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, merasa kecewa dan dirugikan.

Sebab lahan garapan yang sudah berlangsung lima tahun ini mereka tanami cabai, kini tidak lagi diizinkan untuk digunakan.

Rifki, salah satu petani cabai setempat mengatakan, bahwa sebelumnya para petani diberi izin memanfaatkan lahan tersebut dalam program ketahanan pangan untuk di tanami berbagai jenis sayuran diantaranya Cabai besar yang ia tanam.

Baca Juga :  Dua Pengendara Sepeda Motor Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Kecelakaan di Cileungsi

“Biasanya, dari 100 bibit cabai itu bisa menghasilkan sampai satu ton, kalau lagi bagus,” kata Rifki saat dihubungi, Minggu (27/4/2025).

Namun, belum lama ini, para petani menerima instruksi dari kehutanan, untuk tidak menanam cabai, tetapi juga diminta membuka mulsa plastik yang telah dipasang di kebun.

“Iya, jadi gini, kebun itu kan ada yang di lahan kehutanan, ada juga yang di lahan HGU (Hak Guna Usaha). Saat ini kami hanya dikasih waktu 10 bulan buat tanam cabai sambil ngurus kayu dari kehutan,” jelasnya.

Baca Juga :  Siswa MTs di Tenjo Soraki Mobil MBG Diduga Datang Terlambat

Ini membuat banyak petani geram. Apalagi, ada di antara mereka yang baru saja menanam cabai dan ada pula yang sudah hampir memasuki masa panen.

“Kerugian pasti ada. Kami baru nanam, ada juga yang mau panen. Tapi mau bagaimana lagi, petani tidak punya perlindungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Lady Gaga Kembali Jadi Sorotan dengan Penampilan Spektakuler di Festival Musik Bergengsi

Hingga kini, belum ada kejelasan lebih lanjut atas nasib para petani cabai tersebut. Dia berharap pemerintah ada keberpihakan ke para petani.

“Saya berharap ada perhatian dan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani,” harapannya.***