Pelatihan Tenaga Keolahragaan Petanque Jadi Upaya Pengembangan Cabor di Kabupaten Bogor

0
Pelatihan Tenaga Keolahragaan Petanque Jadi Upaya Pengembangan Cabor di Kabupaten Bogor.foto:istimewa

NARASITODAY.COM – Sebanyak 30 Peserta mengikuti kegiatan pelatihan tenaga keolahragaan dan organisasi cabang olahraga Petanque yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Kegiatan pelatihan tenaga keolahragaan dan organisasi cabang olahraga Petanque itu berlangsung dari tanggal 16 sampai 20 Juni 2025.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan, Dispora selama ini selalu melakukan kegiatan kegiatan pelatihan pelatih dengan melibatkan cabor-cabor yang ada di mitra dispora Kabupaten Bogor. Kegiatan pelatihan tersebut, kata Asnan AP, salah satu upaya dari Dispora dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas para pelatih cabor yang ada di Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Rusia Siap Perkuat Aliansi dengan Venezuela di Tengah Ketegangan dengan AS

“Saya sangat apresiasi kegiatan pelatihan tenaga Keolahragaan dan organisasi cabor Petanque yang melibatkan guru guru.olahraga SD dan SMA ini,” ujar Asnan AP, Rabu (18/6/25).

Ia berharap kegiatan pelatihan ini bisa berdampak positif pada permasalahan pengembangan kualitas dan prestasi cabor Petanque di Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Menpora Erick Thohir Wujudkan Visi Besar, Olahraga Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sementara itu, Neneng Nurhasanah selaku Ketua Tim Pengembangan IPTEK dan Organisasi Keolahragaan (PITOK) Dispora Kabupaten Bogor menegaskan, 30 peserta pelatihan ini adalah perwakilan dari 28 Guru Olahraga SD dan 2 Guru SMA yang ada di Kabupaten Bogor.

“Pemateri dari kegiatan pelatihan tenaga keolahragaan dan organisasi cabor Petanque ini berasal dari Pengprov atau Pengda Petanque Jawa Barat,” tegasnya.

Baca Juga :  Wilayah Cibinong Bogor di Guyur Hujan Disertai Angin Kencang Akibatkan Banyak Kerusakan

Neneng menambahkan, semua peserta pelatihan nantinya akan mendapatkan Lisensi Kepelatihan dari Pengda atau Pengprov Petanque Jawa Barat.

“Para guru SD dan SMA yang ikut dalam Pelatihan tersebut berkewajiban melatih sekolah masing masing bahkan menjadi pelatih di kecamatan masing masing,” pungkasnya.***