NARASITODAY.COM – Salah satu staf manajemen JKT48, Fritz Fernandez, resmi dinonaktifkan dari jabatannya menyusul viralnya kembali foto kontroversial yang menampilkan kue berbentuk alat kelamin pria. Keputusan ini diambil oleh IDN, selaku pihak yang menaungi JKT48, sebagai bagian dari proses investigasi internal.
Kontroversi bermula dari foto ulang tahun Fritz Fernandez yang diambil pada Oktober 2021. Dalam foto tersebut, Fritz terlihat memegang kue dengan bentuk dan tulisan yang dianggap vulgar serta mengandung unsur pornografi.
Meski foto itu merupakan dokumentasi dari acara pribadi, kemunculannya kembali di media sosial pada Juli 2025 memicu kemarahan publik, khususnya para penggemar JKT48.
Fritz, yang disebut menjabat sebagai general manager JKT48, langsung mendapat tuntutan pemecatan dari fans karena dinilai tidak pantas menangani grup yang anggotanya mayoritas perempuan.
Menanggapi hal tersebut, manajemen JKT48 melalui akun X @OfficialJKT48 pada 12 Juli menyampaikan klarifikasi.
“Menanggapi beredarnya kembali foto lama dari salah satu staf JKT48, kami ingin menjelaskan bahwa foto tersebut diambil sekitar empat tahun lalu (Oktober 2021) dalam acara pribadi ulang tahun Fritz Fernandez,” tulis manajemen.
Manajemen juga menegaskan bahwa tidak ada anggota JKT48 yang hadir dalam acara tersebut, dan hadiah berupa kue tersebut merupakan candaan dari teman Fritz yang hadir.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan atas beredarnya foto ini. Fritz Fernandez sendiri menyesali situasi ini. Manajemen JKT48 telah memberikan teguran kepada Fritz Fernandez dan memberikan imbauan kepada seluruh staf untuk menghindari kejadian serupa terjadi di masa mendatang,” lanjut pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan lanjutan yang dirilis pada 16 Juli, IDN menyatakan bahwa Fritz Fernandez telah dinonaktifkan sementara dari perannya selama proses investigasi berlangsung.
“Kami di IDN ingin menyampaikan bahwa kami telah mengetahui, terus memonitor, dan langsung mengambil tindakan atas isu yang beredar. Saat ini kami sedang melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memastikan fakta-fakta yang ada dan mengambil langkah tegas serta bertanggung jawab,” tulis manajemen.
“Selama proses investigasi berlangsung, yang bersangkutan kami nonaktifkan sementara dari perannya di tim terkait,” tambahnya.
Manajemen juga menyadari dampak dari situasi ini terhadap kenyamanan dan kepercayaan publik.
“Kami menyadari bahwa situasi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran, khususnya bagi fans, member, dan seluruh stakeholders. Atas hal ini, kami menyampaikan permohonan sebesar-besarnya,” tulis mereka.
“Kami berkomitmen penuh pada prinsip integritas, profesionalisme, dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman di seluruh ekosistem kami.”***














