BPBD Bogor Turun Tangan, 2.063 Warga Jonggol Terpaksa Antre Air Bersih

0
BPBD
Menyusul krisis air bersih akibat penurunan curah hujan, BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan 15.000 liter air bersih ke empat titik di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, sejak Kamis (30/7/2025).Foto : Dok. BPBD Kabupaten Bogor

NARASITODAY.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mendistribusikan 15.000 liter air bersih ke wilayah Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, menyusul krisis air bersih yang terjadi sejak Selasa (29/7/2025).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan, pendistribusian dilakukan setelah menerima laporan dari aparat Desa Jonggol terkait berkurangnya debit mata air akibat menurunnya intensitas hujan.

“Akibat penurunan curah hujan, sumber mata air warga berkurang sehingga mereka kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya,” ujarnya, Kamis (30/7/2025).

Baca Juga :  Kemenhut Lakukan Pemasangan Plang Pengawasan di Vila Ilegal Bogor

BPBD mencatat empat titik distribusi air bersih di Desa Jonggol, yakni:

  • Kampung Karni RT 01/04: 162 KK / 544 jiwa (2.500 liter)
  • Kampung Karni RT 02/04: 138 KK / 469 jiwa (2.500 liter)
  • Kampung Kujang RT 01/07: 400 KK / 840 jiwa (5.000 liter)
  • Kampung Kujang Babakan RT 02/10: 83 KK / 210 jiwa (5.000 liter)
Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor, Jembatan di Babakan Madang Tak Bisa Dilalui

Total air bersih yang telah disalurkan sebanyak 15.000 liter melalui tiga ritase truk tangki. Air bersih tersebut berasal dari Kantor BPBD Kabupaten Bogor dan Instalasi Perumda Tirta Kahuripan di Kujang Jonggol.

Dalam proses distribusi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bekerja sama dengan aparat desa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Satgas Kencana Jonggol, serta RT/RW setempat.

Baca Juga :  Resmi Dibuka Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kabogorfest 2025 Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Masyarakat

“Kami lakukan asesmen lapangan, koordinasi lintas sektor, dan distribusi langsung ke lokasi terdampak. Saat ini pasokan air bersih masih mencukupi untuk beberapa hari ke depan,” jelas Adam.

Ia menambahkan, warga juga membutuhkan solusi jangka panjang, seperti pembangunan sumur bor untuk mengantisipasi krisis air bersih di masa mendatang.***

sumber:timetoday.id

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday