
NARASITODAY.COM – Keluarga korban yang tewas dalam peristiwa tawuran antar pelajar yang terjadi pada Jumat malam, 2 Agustus 2024, sekitar pukul 21.00 WIB, di Kampung Moyan, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku hingga dijatuhi hukuman setimpal.
Karsono Sidik, ayah dari korban IS (18), menceritakan bahwa sebelum kejadian, putranya dijemput oleh seorang teman berinisial R dengan alasan menjenguk teman yang sakit.
“Saya pulang dari masjid, di pekarangan rumah ada R dan anak saya. Ketika saya tanya mau kemana, mereka bilang ingin menjenguk F yang sakit,” ujar Karsono kepada wartawan saat ditemui di kediaman rumahnya. Rabu 7 Agustus 2024.
Dia menyebut, sekitar pukul 22.15 WIB, Karsono mengirim pesan kepada IS melalui WhatsApp untuk segera pulang.
“Saya WA anak saya, ini sudah malam segera pulang. Pesan terkirim, tapi tidak dibalas,” katanya.
Sekitar pukul 22.30 WIB, istri Karsono menerima kabar dari R bahwa mereka diserang oleh gangster.
“R bilang mereka diserang saat sedang berkumpul, semua lari, dan IS ada di Puskesmas. Saya langsung berangkat ke Puskesmas dengan kakaknya, dan saat sampai di sana, anak saya sudah meninggal,” ujarnya dengan suara bergetar.
Jenazah IS kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang oleh kakak dan paman korban. Karsono pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Leuwiliang. Di kantor polisi, Karsono bertemu dengan dua teman IS yang mengaku bahwa tawuran tersebut telah direncanakan antara pelajar dari dua SMK di wilayah Cibungbulang dan Leuwisadeng.
“Mereka janjian mau berantem setelah magrib, tapi karena kekurangan orang, mereka minta bantuan termasuk ke anak saya,” jelasnya.
Pihak keluarga berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelakunya dihukum setimpal.
“Harapan saya, kasus ini segera terungkap dan pelakunya dihukum. Saya pikir, itu harapan semua orang tua jika terjadi hal seperti ini,” bebernya.
Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto, mengonfirmasi bahwa tawuran tersebut memang telah direncanakan sebelumnya.
“Pertikaian ini mengakibatkan seorang korban jiwa yang bukan pelajar. Korban meninggal akibat luka benda tajam,” katanya.
Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.
“Kami sudah mendapatkan sejumlah identitas yang terlibat dalam aksi tawuran, serta mengajukan permohonan visum et repertum atau otopsi terhadap korban,” jelas Kompol Agus. sebagai mana di kutip dari pres rilis Polres Bogor.
Polisi berjanji akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas dan bekerja sama dengan sekolah serta masyarakat untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.
“Kami menghimbau masyarakat, terutama pelajar, untuk lebih berhati-hati dan menghindari tindakan kekerasan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tutup Kapolsek.***













