Tekanan Internasional Meningkat, Israel Terancam Kucilkan Diri di Dunia Arab

0
Arab
Ilustrasi Bendera Israel dengan pemandangan kota tua Yerusalem . Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DOHA – Serangan mematikan Israel ke wilayah Doha, Qatar, memicu reaksi keras dari para pemimpin Arab dan Muslim. Dalam pertemuan darurat yang digelar oleh Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Senin (15/9/2025), hampir 60 negara menyerukan peninjauan ulang terhadap hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara peserta mendesak “semua negara untuk mengambil semua langkah hukum dan efektif yang memungkinkan untuk mencegah Israel melanjutkan tindakannya terhadap rakyat Palestina,” termasuk “meninjau kembali hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara tersebut, dan memulai proses hukum terhadapnya.”

Baca Juga :  Tiga Raksasa Liga Champions Siap Unjuk Gigi Malam Ini di Fase Grup

Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai bahwa jika negara-negara Arab dan Muslim benar-benar memutus hubungan dengan Israel, dampaknya akan sangat signifikan.

“Israel akan terkucil di wilayah terdekatnya sendiri, sehingga pengucilan ini dapat secara perlahan meluas ke berbagai belahan bumi,” ujar Rezasyah kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, citra Israel bisa berubah menjadi negara yang dianggap membahayakan perdamaian global. Hal ini berpotensi membuat negara-negara lain enggan menjalin kerja sama lebih lanjut.

Baca Juga :  Ini Lokasi Pilihan Warga untuk Ngabuburit di Leuwiliang 

Rezasyah juga memperkirakan bahwa sektor pariwisata Israel akan terdampak langsung. Ia menyebutkan:

“Terdapat potensi runtuhnya industri pariwisata Israel, dan membuat warga negara Israel tidak nyaman, dan merasa diri mereka terancam di luar negeri.”

Selain itu, pemutusan hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab akan memaksa Israel melakukan perdagangan melalui pihak ketiga. Kondisi ini diprediksi akan menyebabkan lonjakan harga barang di dalam negeri, yang berpotensi memicu demonstrasi.

“(Efek lainnya) Akan banyak perjanjian bilateral yang dibatalkan secara sepihak oleh para mitra Israel,” tambahnya.

Baca Juga :  Perebutan Tiket Liga Champions LaLiga Memanas, Villarreal dan Real Betis Bertarung Sengit

Rezasyah menekankan bahwa Israel akan menghadapi tantangan besar dalam memulihkan reputasinya, terutama terkait isu hak asasi manusia. Ia menyebut bahwa tekanan dari komunitas internasional akan semakin meningkat.

“Akan bermunculan negara dan kelompok yang mengkritik dan menekan negara-negara yang memberikan status dwi-kenegaraan pada penduduk Israel,” ujarnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak dari seruan pemutusan hubungan bukan hanya bersifat simbolik, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan politik Israel secara luas.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com