Dubes UEA Kunjungi Ponpes di Serang, Bahas Investasi dan Pendidikan Santri

0
Duber
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri bersama Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah menerima kunjungan spesial dari Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk RI, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, SERANG- Pondok Pesantren BAI Mahdi Sholeh Ma’mun di Kabupaten Serang, Banten, jadi sorotan Selasa (30/9/2025).

Pasalnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri bersama Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah menerima kunjungan spesial dari Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk RI, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri.

Dalam sambutannya, Mendes Yandri optimis kunjungan Dubes UEA bisa jadi pintu masuk kerjasama investasi dan bisnis yang bikin ekonomi kerakyatan makin kuat.

Baca Juga :  Akses Layanan Kesehatan di Parung Panjang dan Tenjo Jadi Perhatian Khusus DPRD Kabupaten Bogor

“UEA itu negara kaya, bahkan salah satu terkaya di dunia. Saya berharap dari pertemuan ini akan lahir kerjasama bisnis dan investasi yang bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi, termasuk di Serang,” jelasnya.

Selain soal ekonomi, Yandri juga menyoroti pentingnya motivasi untuk para santri.

Baca Juga :  Kejati Banten Dukung Optimalisasi Program Jaga Desa untuk Tata Kelola Desa Transparan

Ia berharap, kehadiran Dubes UEA bisa membangkitkan semangat belajar, bahkan membuka peluang bagi santri atau alumni untuk melanjutkan pendidikan hingga ke Dubai.

“Saya juga mohon kepada Yang Mulia Dubes UEA untuk memberi motivasi kepada santri. Siapa tahu ada yang bisa lanjut sekolah di Uni Emirat Arab,” katanya.

Di sisi lain, Dubes Abdulla menegaskan komitmen negaranya mendukung sektor pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga :  Terungkap di DPR, Puluhan Ribu Desa Terkendala Pembangunan karena Kawasan Hutan

Menurutnya, dua hal ini adalah kunci membangun generasi muda yang tangguh.

“Pendidikan dan pemberdayaan masyarakat adalah tema relevan bagi UEA maupun Indonesia. Kami siap hadir mendukung pengembangan pendidikan, khususnya di bidang teknologi, agar bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.***

Wartawan : Andreas