NARASITODAY.COM – Warga Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. akhirnya geram dengan kondisi jalan di jalur wisata Air Panas Gunung Malang menuju Curug Luhur yang rusak parah selama bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Alih-alih menggelar aksi protes besar-besaran, warga memilih cara lain yang lebih kreatif: memasang spanduk protes.
Jalan utama dari arah Tamansari menuju Desa Tapos 1 Tenjolaya, yang menjadi akses utama wisatawan, semakin hari semakin hancur.
Kerusakan parah ini bahkan mulai dari depan pintu gerbang wisata air panas hingga radius 400 meter menuju pemukiman warga.
Menurut Dedi, salah satu warga setempat, beberapa tahun lalu mereka sempat merasa senang ketika pemerintah Kabupaten Bogor mulai membangun betonisasi jalan.
“Tapi ternyata betonisasi itu cuma dilakukan beberapa ratus meter saja dan nggak ada kelanjutannya,” kata Dedi. Kini, hampir seluruh jalan yang tidak dibeton semakin rusak dan berlubang.
Meski demikian, warga tetap berupaya menjaga keselamatan para pengendara dengan menambal lubang-lubang di jalan menggunakan bebatuan dan tanah teras.
“Lubang-lubangnya makin lebar, apalagi di tanjakan dekat wisata air panas menuju Curug Luhur. Bahaya banget buat pengendara motor,” tambah Dedi.
Karena merasa frustasi dengan kondisi yang tak kunjung membaik, warga akhirnya memasang spanduk sebagai bentuk protes.
“Ya, karena udah kesal banget nggak ada perbaikan, warga pasang spanduk aja!” cetusnya.
Sanwari, Sekretaris Kecamatan Tenjolaya, mengatakan bahwa perbaikan jalan rusak ini sebenarnya bukan tanggung jawab pemerintah kecamatan. Namun, pihaknya tetap mendorong agar perbaikan segera dilakukan.
“Kami sudah dapat info dari dinas terkait dan UPT Jalan Jembatan Wilayah Ciomas, saat ini perbaikan masih dalam tahap lelang,” ujarnya.
Ia berharap, sebelum akhir tahun 2024 ini, jalan yang rusak di jalur wisata Air Panas dan Curug Luhur bisa segera diperbaiki.
Dengan situasi yang masih belum jelas kapan perbaikan akan dilakukan, warga berharap pemerintah daerah lebih sigap menanggapi keluhan ini.
“Warga harap bersabar ya, semoga segera diperbaiki,” pungkasnya.***














