NARASITODAY.COM – Pertandingan El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Los Blancos diwarnai ketegangan yang memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap keharmonisan Timnas Spanyol.
Laga panas yang digelar di Santiago Bernabeu pada Minggu (26/10/2025) itu dipenuhi emosi tinggi. Wasit César Soto Grado mengeluarkan sembilan kartu kuning dan dua kartu merah selama pertandingan berlangsung.
Setelah peluit akhir dibunyikan, perhatian publik tertuju pada perselisihan antara dua pemain Timnas Spanyol: kapten Real Madrid Dani Carvajal dan bintang muda Barcelona Lamine Yamal. Gestur Carvajal terhadap Yamal memicu ketegangan lanjutan di antara para pemain kedua klub, meskipun keduanya masih harus bekerja sama demi membawa Spanyol lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Pertanyaan pun muncul: apakah konflik di El Clasico akan merembet ke ruang ganti La Furia Roja? Direktur teknik Timnas Spanyol, Aitor Karanka, menepis kekhawatiran tersebut dan menegaskan bahwa suasana di tim nasional tetap kondusif.
“Saya baru bergabung dengan federasi selama tiga bulan. Saya bangga bisa bersama tim ini, dengan stafnya, dengan semua orang di dalam perjalanan ini,” ungkap Karanka kepada AS.
“Apa yang saya rasakan dari luar adalah apa yang saya lihat di dalam. Hidup bersama mereka dan melihat bahwa mereka itu adalah suatu kelompok yang bermain dengan fantastis, mereka itu yang terbaik seperti yang dikatakan Luis… dan di dalam sama saja kok kami santai karena atmosfer di federasi itu luar biasa,” lugas mantan bintang Real Madrid ini.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














