Galian C Marak Beroperasi di Sadeng Meski Ada Kebijakan Penutupan Tambang Sementara

0
Galian C
Sebuah truk lalu-lalang di keluar masuk mengangkut tanah. Di jalan Raya Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR – Di tengah kebijakan penutupan sementara seluruh aktivitas tambang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, aktivitas Galian C justru marak terjadi di Jalan Raya Sadeng, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Pantauan di lokasi, puluhan truk berukuran besar terlihat keluar masuk area galian yang berada tepat di pinggir Jalan Nasional.

Aktivitas pengerukan tanah itu berjalan di saat sejumlah tambang berizin maupun tidak berizin tengah ditertibkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga :  KNPI Juara Friendly Match Mini Soccer usai Unggul Poin atas HIPMI, JJB dan Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor

Seorang pengguna jalan, Ahmad Hidayat, mengatakan aktivitas galian tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Menurut informasi yang ia terima, lahan itu akan dijadikan kawasan perumahan.

“Udah lama lah kalau ini galian beroperasi. Infonya ini lahan untuk perumahan,” ujarnya.

Ahmad menyebut aktivitas galian dilakukan pada malam hari untuk menghindari petugas. Pada waktu tersebut, truk-truk besar mengangkut tanah hasil pengerukan.

Baca Juga :  Gotong Royong Jadi Kunci Penanganan Banjir di Kedung Waringin, Pemkab Bogor Libatkan Masyarakat

“Operasinya malam. Kalau hujan mereka berhenti dulu, tapi kalau malam ramai truk tronton yang angkut tanah,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa luas lahan yang dikeruk mencapai sekitar 16 hektare, termasuk bukit yang diratakan.

“Ini hampir satu gunung yang dikeruk, namanya Gunung Seureuh. Kalau nggak salah sekitar 16 hektare lahannya,” tambahnya.

Untuk kebutuhan pembangunan kawasan perumahan, beberapa rumah warga di sekitar lokasi juga disebut sudah dibebaskan oleh pihak pengembang.

Baca Juga :  Dua Rumah Warga di Malasari Terancam Longsor, Bantuan Pemerintah Belum Kunjung Datang

“Dulu ada rumah warga yang kena. Sampai rumahnya dibeli untuk pembangunan perumahan,” katanya.

Ahmad mengaku khawatir aktivitas galian itu membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan karena kondisi jalan menjadi licin.

“Kalau musim hujan begini ngeri, jalan jadi licin. Khawatir banget untuk pengendara motor,” tuturnya.***

Editor : Andreas