Narasi Remaja Disiksa Pemilik Warung Viral, Fakta Sebenarnya Dibuka Polisi

0
remaja
Ilustrasi seorang perempuan dapat kdrt. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR — Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang remaja menangis saat diurut oleh seorang pria di kawasan Gunung Geulis, Megamendung, Bogor, viral di media sosial. Video tersebut disertai narasi bahwa remaja itu mengalami kekerasan oleh pemilik warung yang disebut membawanya dari Medan. Polisi kemudian memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi yang beredar.

Kapolsek Megamendung AKP Yulita mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah video tersebut ramai dibagikan.

“Jadi karena ada viral itu, kita tindaklanjuti, kita konfirmasi. Ternyata pemilik warung itu masih familinya punya hubungan keluarga. Kan viralnya dipukulin sama majikan, padahal nggak ada dipukulin, dan itu bukan majikan,” kata Yulita saat dikonfirmasi, Kamis (11/12/2025) malam.

Baca Juga :  BLACKPINK Cetak Rekor Lagi, Jadi Girl Group Pertama dengan 4 Album Tembus 1,5 Miliar Streaming di Spotify

Dalam video yang beredar, terlihat seorang remaja terus menangis tersedu-sedu sambil menahan sakit saat tubuhnya diurut oleh seorang pria. Narasi yang menyertai video menyebut remaja tersebut dipukul menggunakan besi pada jari dan pundak.

“Yang dipukul besi mana aja,” tanya pria dalam video viral. Remaja itu lalu menunjuk bagian jari, pundak, dan pinggang. Video tersebut juga menarasikan bahwa sang remaja sempat hilang hingga membuat warga khawatir.

Baca Juga :  Kenya Memanas! Demonstrasi Besar Mengguncang 23 Wilayah, Kekerasan Polisi Bikin Geram

Namun, polisi memastikan narasi tersebut tidak sesuai fakta. Yulita menyebut remaja berinisial F itu tidak mengalami kekerasan dan tidak hilang. Kini F telah berada di Medan bersama orang tuanya.

“Viralnya kan dipukulin sama majikan, jadi hasil penyelidikan bukan majikan, tapi masih saudara. Nggak ada kekerasan. Penjelasannya itu kalau dari pamannya itu kejatuhan tabung gas. Terus anak itu kan minta pulang, sudah dipulangkan,” jelas Yulita.

Baca Juga :  Tebing 100 Meter Gunung Papandayan Longsor, Jalur Pondok Saladah Tertutup Material

Ia menambahkan bahwa tangisan F dalam video disebabkan rasa sakit saat diurut, bukan karena penganiayaan.

“Jadi intinya dia nangis-nangis itu karena kesakitan diurut. Intinya dalam penyelidikan ini, mereka masih ada family lah, sebenarnya tidak ada masalah apa-apa. Nggak ada kekerasan. Penjelasannya itu, kalau dari pamannya itu akibat kejatuhan tabung gas,” imbuhnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika berkaitan dengan dugaan kekerasan terhadap anak.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com