NARASITODAY.COM, JAKARTA – Salju kerap identik dengan wilayah bersuhu dingin dan jauh dari gambaran iklim Jazirah Arab. Namun menariknya, Rasulullah SAW telah menyebut salju dalam salah satu bacaan doa iftitah, meski besar kemungkinan beliau belum pernah melihat fenomena tersebut secara langsung.
Penyebutan salju bersama air dan embun dalam doa iftitah menjadi perhatian karena menunjukkan keluasan pengetahuan yang diperoleh Rasulullah SAW melalui wahyu. Dalam ajaran Islam, ketiga unsur tersebut digambarkan sebagai sarana penyucian diri dari dosa dan kesalahan.
Dalam kajian fikih, salju dipahami sebagai bagian dari air yang turun dari langit, serupa dengan hujan. Karena berasal dari proses alam yang sama, salju pun diposisikan sebagai air suci yang dapat digunakan untuk bersuci, selama tidak menimbulkan mudarat bagi kesehatan.
Menariknya, fenomena turunnya salju di wilayah Arab kini bukan lagi hal mustahil. Beberapa wilayah di Arab Saudi tercatat pernah diselimuti salju akibat cuaca ekstrem dan masuknya massa udara dingin. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa apa yang dahulu jarang terjadi, kini dapat disaksikan secara nyata.
Penyebutan salju dalam doa Rasulullah SAW sekaligus menjadi pengingat akan makna kesucian, kebesaran ilmu Allah SWT, serta relevansi ajaran Islam yang melampaui ruang dan waktu. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikhikmah














