Antrean Panjang di Pelabuhan dan Suara Mesin Kapal Mengisi Suasana Liburan Natal 2025

0
Natal
Ilustrasi kapal Pelni.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Riuh rendah suara mesin kapal dan antrean kendaraan yang mengular di pelabuhan menjadi pemandangan utama sepanjang musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan urat nadi transportasi laut tetap berdenyut kencang namun terkendali.

Fokus utama tahun ini tertuju pada penguatan angkutan penyeberangan, sebuah titik krusial yang menghubungkan mobilitas jutaan masyarakat antar-pulau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa mitigasi risiko menjadi harga mati. Penambahan armada hingga perluasan titik operasional dilakukan demi memastikan keamanan penumpang di tengah kondisi alam yang tidak menentu.

Baca Juga :  Rencanakan Liburan Keluarga dengan 5 Ide Wisata Aman di Musim Hujan!

“Tentunya kita akan tingkatkan seperti misalnya penyeberangan kita akan tambah lagi apa, jumlah kapal yang akan beroperasi, kemudian jumlah titik yang akan digunakan,” ujar Dudy dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2026).

Meski dibayangi peringatan cuaca dari BMKG, Dudy menilai kesiapan personel di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan operasional tahun ini. “Kita melihat bagaimana kondisi cuaca, kemudian juga kesiapan dari sarana dan prasarana kita evaluasi, tapi sejauh ini sudah berjalan dengan baik,” tambahnya.

Data berbicara mengenai antusiasme masyarakat yang luar biasa. Sepanjang periode H-10 hingga H+10, tercatat sebanyak 3.445.335 orang melakukan penyeberangan, melonjak 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya manusia, volume kendaraan pun naik 6,7% dengan total 850.426 unit yang melintasi 15 lintasan pantauan nasional.

Baca Juga :  ‘Bahagia Lagi’ Melejit, Piche Kota Justru Dihantam Isu Hukum

Kenaikan paling mencolok terlihat pada data harian di penghujung arus balik (4/1/2026), di mana volume kendaraan roda dua meroket hingga 65,3%. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebutkan bahwa koordinasi posko terpadu menjadi benteng kelancaran arus balik.

“Puncak arus berangkat maupun balik selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 secara keseluruhan berjalan lancar, aman, selamat, dan terkendali melalui pengaturan jadwal kapal, kesiapan sumber daya manusia, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu,” jelas Heru Widodo.

Baca Juga :  Raja Salman Cairkan Rp13 Triliun Bantuan Ramadan

Meski truk logistik mengalami penurunan 10,7% akibat pengaturan distribusi khusus, data kendaraan pribadi tetap menjadi bahan evaluasi penting. Suksesnya penanganan Nataru ini dipandang sebagai pemanasan sebelum menghadapi lonjakan besar Angkutan Lebaran yang hanya berjarak sekitar satu bulan ke depan.

Sebagai langkah antisipasi penumpukan massa di pelabuhan, pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat untuk meninggalkan pola lama mengantre tiket di pelabuhan. Digitalisasi melalui aplikasi Ferizy kini menjadi pilar keteraturan di dermaga.

“Kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui Ferizy juga berperan penting dalam menjaga keteraturan layanan,” tutup Heru.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com