Perdana Menteri Australia Anthony Albanese Akan Kunjungi Indonesia Untuk Tandatangani Traktat Keamanan Bersama

0
Australia
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.Foto : todaynews.id

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Deru mesin pesawat kepresidenan Australia di Bandara Halim Perdanakusuma menandai babak baru bagi dua negara bertetangga. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, tiba di Indonesia pada 5-7 Februari 2026 untuk melakukan lawatan kelima kalinya, sebuah kunjungan yang membawa misi strategis bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Pusat dari kunjungan ini adalah pertemuan tatap muka dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meresmikan Traktat Australia-Indonesia mengenai Keamanan Bersama. Perjanjian ini dipandang bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan simbol “perisai” bersama di tengah ketidakpastian global.

Kementerian Luar Negeri Australia menegaskan bahwa traktat ini adalah buah dari persahabatan dan kepercayaan mendalam yang telah dipupuk selama puluhan tahun. Bagi Albanese, kesepakatan ini adalah tonggak sejarah yang membuktikan hubungan kedua negara sedang berada di titik puncaknya.

Baca Juga :  Tiga Wakil Indonesia Siap Berlaga di Perempatfinal Denmark Open 2025

“Traktat baru ini merupakan momen penting dalam hubungan Australia-Indonesia. Hal ini melambangkan kerja sama keamanan dan pertahanan kita yang semakin besar dan menunjukkan bahwa hubungan kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Albanese dalam pernyataan resminya.

Dalam suasana penuh kehangatan, Albanese juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo atas undangan tersebut. Ia menekankan bahwa posisi geografis sebagai tetangga menjadikan hubungan ini unik dan abadi.

Baca Juga :  Hangzhou Jadi Saksi Perjuangan Putri Kusuma Wardani, Meski Gagal ke Semifinal Tetap Bangga

“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas undangannya untuk mengunjungi Indonesia guna menandatangani perjanjian bersejarah ini dan berharap dapat membahas cara-cara agar kita dapat terus bekerja sama,” imbuhnya.

Didampingi Menteri Luar Negeri Penny Wong, delegasi Australia membawa pesan tentang pentingnya stabilitas. Wong dijadwalkan bertemu dengan Menlu RI Sugiono untuk memperkuat komitmen perdamaian regional yang telah terjalin selama 30 tahun terakhir.

“Di momen yang penuh ketidakpastian saat ini, hal ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan kita dan rasa hormat yang kita miliki satu sama lain,” kata Penny Wong.

Baca Juga :  Simpan HP dengan Aman: 5 Metode untuk Menghindari Overheating

Meski fokus utama adalah pertahanan, kerja sama ini juga merambah ke sektor “perut” dan edukasi. Australia melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat sebagai magnet bagi investor mereka. Di sisi lain, arus investasi RI ke Australia juga menunjukkan tren peningkatan.

Mulai dari sektor perdagangan, investasi, hingga tingginya permintaan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan dan pendidikan tinggi di Australia, kedua negara kini tampak semakin saling membutuhkan. Penandatanganan traktat ini diharapkan menjadi fondasi bagi Indo-Pasifik yang lebih aman, stabil, dan makmur bagi kedua bangsa.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com