NARASITODAY.COM, OSLO – Karier cemerlang Mona Juul, salah satu arsitek di balik Perjanijan Oslo yang bersejarah, harus berakhir dengan pahit. Diplomat senior yang menjabat sebagai Duta Besar Norwegia untuk Yordania dan Irak ini resmi mengundurkan diri pada Minggu (8/2/2026), setelah namanya terseret dalam pusaran skandal predator seksual asal Amerika Serikat, mendiang Jeffrey Epstein.
Kejatuhan Juul menjadi babak terbaru dari guncangan politik “Epstein Files” yang kini merambah hingga ke negara Nordik tersebut. Langkah pengunduran diri ini diambil setelah pembicaraan intensif dengan pimpinan Kementerian Luar Negeri, menyusul status skorsing yang sebelumnya dijatuhkan kepadanya.
Kesalahan Penilaian yang Fatal
Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, memberikan pernyataan tegas mengenai integritas diplomatik yang harus dijaga. Baginya, hubungan Juul dengan Epstein bukan sekadar masalah pribadi, melainkan pelanggaran etika profesional yang berat.
“Ini adalah keputusan yang tepat dan perlu. Kontak Juul dengan pelaku pelecehan yang telah dihukum, Jeffrey Epstein, menunjukkan kesalahan penilaian yang serius,” ujar Eide dalam pernyataan resmi sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (9/2/2026).
Eide juga menekankan bahwa kementeriannya tidak akan berhenti pada pengunduran diri ini. Penyelidikan akan terus dilakukan untuk memetakan sejauh mana kedekatan sang diplomat dengan lingkaran Epstein.
“Penting untuk memahami ruang lingkup kontak yang ia miliki sebagai pegawai Kementerian Luar Negeri,” tambahnya.
Warisan Misterius Rp168 Miliar
Nama Mona Juul selama ini dikenal sebagai sosok terhormat di kancah internasional. Pada awal 1990-an, ia bersama suaminya, Terje Rød-Larsen, menjadi tokoh kunci dalam negosiasi rahasia antara Israel dan Palestina. Namun, reputasi yang dibangun puluhan tahun itu kini dibayang-bayangi oleh rilis dokumen terbaru.
Media Norwegia melaporkan temuan yang mengejutkan yaitu Epstein dikabarkan meninggalkan warisan sebesar US$10 juta atau sekitar Rp168 miliar untuk kedua anak Juul. Hubungan finansial yang janggal inilah yang menjadi titik pusat penyelidikan internal dan kemarahan publik.
Babak Baru di Amman
Saat ini, kendali di Kedutaan Besar Norwegia di Yordania telah dialihkan kepada wakil duta besar sebagai pelaksana tugas sementara. Kepergian Juul meninggalkan kekosongan besar, baik secara fungsional maupun simbolis, di kementerian yang telah ia layani selama berdekade-dekade.
Skandal ini membuktikan bahwa bayang-bayang Jeffrey Epstein masih terus menghantui lingkaran elite global, meruntuhkan nama-nama besar yang sebelumnya dianggap tak tersentuh oleh skandal.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














