Iran Tutup Puluhan Bisnis Swasta di Ibu Kota dan Kota Lain Akibat Gelombang Protes

0
Iran
Ilustrasi bendera Iran. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TEHERAN – Pintu-pintu besi yang tertutup rapat dan segel resmi otoritas kini menghiasi wajah pertokoan di Teheran. Gelombang penutupan paksa melanda puluhan bisnis swasta, mulai dari kafe trendi hingga galeri seni, setelah para pemiliknya nekat menunjukkan solidaritas terhadap aksi protes nasional yang dipicu oleh ambruknya ekonomi Iran.

Aksi pembangkangan sipil ini bermula pada akhir Desember 2025. Di tengah hantaman nilai tukar Rial yang terjun bebas hingga menyentuh angka 1,62 juta per dolar AS, para pengusaha memilih berhenti beroperasi sebagai bentuk protes. Namun, langkah tersebut dibalas dengan tindakan tegas oleh aparat keamanan.

Baca Juga :  Demonstrasi Berdarah di Iran Tutup Wilayah Udara, Penerbangan India ke AS Terganggu

Berdasarkan pantauan di media sosial, banyak pemilik bisnis yang mendapati tempat usaha mereka ditempeli pemberitahuan resmi. Alasan yang diberikan otoritas seringkali kabur, menyatakan bahwa aktivitas mereka “melanggar aturan negara dan tidak mematuhi peraturan kepolisian.”

Tragedi ekonomi ini menyentuh semua lapisan, termasuk para pemain besar di industri kuliner. Mohammad Ali Saedinia, seorang tokoh bisnis yang keluarganya mengelola jaringan kafe dan merek makanan populer, harus menghadapi tekanan luar biasa setelah bisnisnya ikut terseret dalam pusaran protes.

Dalam sebuah surat pengakuan yang dirilis kantor berita Fars, Saedinia mencoba meredam ketegangan dengan otoritas.

“Sayangnya, … putra saya secara keliru mengumumkan penutupan toko-toko kami bersamaan dengan pasar Teheran,” tulis Saedinia, sambil meminta maaf kepada publik, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga :  Presiden Nigeria Bola Tinubu Jatuh Saat Sambut Presiden Turki di Ankara

Apa yang dimulai sebagai aksi tutup toko oleh para pedagang di bazaar tradisional Teheran kini telah bermutasi menjadi api kritik yang menyebar ke puluhan kota. Bagi warga Iran, kenaikan biaya operasional dan hancurnya daya beli masyarakat telah mencapai titik nadir.

Pusat-pusat perbelanjaan yang biasanya menjadi jantung ekonomi kota kini dijaga ketat oleh pasukan keamanan. Pemerintah Iran mengerahkan kekuatan penuh di kawasan strategis untuk menghalau kerusuhan dan menangkap tokoh-tokoh reformis yang dianggap sebagai penggerak “perlawanan” terhadap Kepemimpinan Iran.

Baca Juga :  Siapa Yang Bakal Bertemu TNI AU Electric di Final Four? Coba Lihat Klasemen Akhir

Situasi ini menandai salah satu tantangan domestik paling pelik bagi pemerintah Iran sejak protes besar tahun 2022. Dengan tekanan internasional yang terus mengalir dan ekonomi yang kian tercekik, Teheran kini berada dalam posisi sulit antara menjaga stabilitas keamanan atau merespons tuntutan perut warga yang semakin lapar.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di area komersial Teheran masih mencekam. Bisnis kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi warga kini terhimpit di antara dua pilihan sulit yaitu tetap buka dalam bayang-bayang kebangkrutan, atau tutup dan menghadapi tindakan hukum.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com