NARASITODAY.COM, DUBAI – Panggung bisnis global di Timur Tengah terguncang. Sultan Ahmed Bin Sulayem, sosok yang selama puluhan tahun menjadi wajah kekuasaan ekonomi Dubai, resmi menanggalkan jabatannya sebagai Chairman sekaligus CEO raksasa pelabuhan DP World.
Pengunduran diri yang diumumkan pada Sabtu (14/2/2026) ini menandai akhir tragis dari karier salah satu eksekutif paling berpengaruh di dunia. Nama Bin Sulayem terseret dalam pusaran skandal setelah rilis berkas terbaru terkait Jeffrey Epstein memicu tekanan internasional yang tak terbendung.
Melansir laporan Reuters, Bin Sulayem menjadi figur profil tinggi kesekian yang harus tersingkir dari posisi senior akibat pengawasan ketat pasca-publikasi dokumen Departemen Kehakiman AS. Sejumlah anggota Kongres AS menyebut namanya muncul dalam berkas tersebut, meski hingga kini verifikasi independen atas dugaan tersebut masih terus berjalan.
Jatuhnya sang “Raja Pelabuhan” bukan tanpa sebab. Tekanan mencapai titik didih pekan ini ketika dua raksasa keuangan dunia badan pembiayaan pembangunan Inggris, British International Investment (BII), dan dana pensiun terbesar kedua di Kanada, La Caisse—mengambil langkah ekstrem. Keduanya mengancam akan membekukan seluruh investasi baru di DP World jika keterkaitan Bin Sulayem dengan Epstein tidak segera ditindaklanjuti.
Sikap tegas para investor ini segera membuahkan hasil. Pada Jumat, Penguasa Dubai mengeluarkan dekrit yang menunjuk ketua baru untuk Dubai’s Ports, Customs and Free Zone Corporation, mencopot salah satu jabatan strategis yang selama ini digenggam Bin Sulayem.
Menanggapi perubahan cepat ini, pihak BII menyatakan dukungannya terhadap langkah pembersihan di tubuh DP World.
“Kami menyambut baik keputusan DP World dan berharap dapat melanjutkan kemitraan untuk memajukan pengembangan pelabuhan perdagangan utama di Afrika,” tulis pernyataan resmi British International Investment.
Senada dengan Inggris, La Caisse Kanada juga segera melunakkan posisinya setelah pengunduran diri tersebut dikonfirmasi.
“Perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang tepat,” tegas pihak La Caisse. Mereka menambahkan akan bergerak cepat untuk bekerja sama dengan kepemimpinan baru guna melanjutkan proyek-proyek pelabuhan di seluruh dunia.
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, DP World bergerak cepat dengan menunjuk Essa Kazim sebagai Chairman Dewan Direksi yang baru. Kazim bukanlah orang baru di lingkaran finansial Dubai; ia saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Dubai International Financial Centre (DIFC).
Sementara itu, kursi operasional tertinggi kini dipercayakan kepada Yuvraj Narayan yang ditunjuk sebagai Group Chief Executive Officer. Narayan, veteran yang telah bergabung dengan DP World sejak 2004, sebelumnya menjabat sebagai Deputy CEO dan dianggap sebagai sosok stabilisator di tengah badai reputasi yang sedang melanda perusahaan.
Meski nakhoda telah berganti, bayang-bayang dokumen Epstein tetap menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan baru dalam menjaga kepercayaan pasar global terhadap aset-aset strategis Dubai di masa depan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













