Isu MBG Ramai di Media Sosial, Kepala SPPG se-Kecamatan Nanggung Dipanggil Rapat Danramil

0
Kepala SPPG
Sejumlah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dikumpulkan di Markas Komando Koramil (Mako) Koramil 0621-17 Nanggung, Kamis (26/2/2026) malam. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Sejumlah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dikumpulkan di Markas Komando Koramil (Mako) Koramil 0621-17 Nanggung, Kamis (26/2/2026) malam.

Pertemuan tersebut turut dihadiri para kepala desa. Rapat dipimpin langsung oleh Danramil 0621-17/Nanggung, Kapten Cba Syahril.

Kapten Syahril mengatakan, pertemuan digelar dalam rangka menepis berbagai isu yang beredar di media sosial terkait teknis pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah Kecamatan Nanggung.

Baca Juga :  Desa Kalongliud Dorong Kemandirian Petani dengan Perluasan Lahan

“Dalam rangka menepis isu-isu yang ada di sosial media terkait teknis pelaksanaan MBG khususnya di Kecamatan Nanggung,” ujarnya.

Ia menegaskan, ke depan pelaksanaan program MBG akan terus diperbaiki agar lebih optimal dan tepat sasaran.

Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk terkait informasi anggaran dan pemahaman tentang gizi.

Baca Juga :  Kunjungi PT Antam PJ Bupati Minta Antam Perhatikan Kesenjangan Sosial Warga Nanggung

“Kedepannya tentu akan kita perbaiki dan lebih baik lagi. Ke masyarakat nanti akan ada sosialisasi tentang anggaran yang beredar, berikutnya adalah pengetahuan gizi yang akan disosialisasikan. Pelaksanaannya setelah Lebaran. Yang penting pada saat sekarang dan seterusnya penyajian MBG akan lebih baik dari yang sudah-sudah,” jelasnya.

Saat ini, terdapat kurang lebih delapan dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Kecamatan Nanggung.

Baca Juga :  Anggaran MBG Rp 335 Triliun Disorot, Menu Dinilai Tak Penuhi Standar Gizi

Menurutnya, program yang merupakan inisiatif Presiden tersebut akan terus diperluas hingga menjangkau pelosok desa, termasuk desa-desa terpencil.

“Tentu program presiden ini akan masuk ke pelosok-pelosok desa, terutama desa-desa yang terpencil. Saat ini di Desa Malasari tinggal pelaksanaan. Tentu di Malasari butuh waktu, butuh tempat dan butuh sosialisasi yang lebih dalam lagi,” pungkasnya.

Wartawan : Andreas