NARASITODAY.COM, JAKARTA – Mus’ab bin Umair dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Ia merupakan orang pertama yang diutus Rasulullah SAW sebagai duta Islam ke Madinah untuk menyebarkan ajaran Islam.
Mengutip buku Ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, peristiwa ini terjadi setelah Bai’at Aqabah pertama. Saat itu, Rasulullah SAW mengirim Mus’ab bin Umair ke Madinah untuk mengajarkan Al-Qur’an sekaligus berdakwah kepada masyarakat di sana.
Mus’ab termasuk pemuda yang pertama memeluk Islam. Dengan sikap yang lembut dan bijaksana, ia menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat Madinah, baik kepada kaum muslim maupun kepada mereka yang belum memeluk Islam.
Dakwah yang Menyentuh Hati
Suatu hari, Mus’ab bersama As’ad bin Zurarah berdakwah di sebuah kebun milik Bani Zhafar, tepatnya di dekat sumur yang bernama Bi’r Maraq. Saat itu, Sa’ad bin Mu’adz yang masih musyrik merasa terganggu dengan dakwah mereka dan meminta Usaid bin Hudhair untuk menghentikannya.
Usaid pun datang dengan membawa tombak dan berniat mengusir mereka. Namun, Mus’ab dengan tenang memintanya duduk dan mendengarkan terlebih dahulu apa yang ingin ia sampaikan.
Dengan sikap yang sabar, Mus’ab membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan menjelaskan tentang Islam. Tanpa disangka, penjelasan tersebut justru menyentuh hati Usaid bin Hudhair hingga akhirnya ia tertarik untuk memeluk Islam.
Setelah itu, Usaid menemui Sa’ad bin Mu’adz dan menceritakan apa yang ia dengar. Hal yang sama terjadi pada Sa’ad. Ia pun akhirnya memeluk Islam, dan tidak lama kemudian seluruh kaum Bani Abdul Asyhal mengikuti jejaknya.
Dari situlah Islam mulai berkembang pesat di Madinah. Mus’ab bin Umair terus berdakwah hingga semakin banyak penduduk Madinah yang memeluk Islam.
Gugur sebagai Syuhada
Perjalanan hidup Mus’ab bin Umair berakhir dengan penuh kemuliaan. Ia gugur sebagai syuhada dalam Perang Uhud.
Dalam pertempuran tersebut, Rasulullah SAW mempercayakan bendera kaum muslim kepada Mus’ab. Ketika keadaan menjadi genting dan Rasulullah SAW berada dalam bahaya, Mus’ab berusaha mengalihkan perhatian musuh agar mereka tidak mendekati Nabi.
Ia terus berjuang dengan penuh keberanian. Bahkan ketika kedua tangannya terluka, Mus’ab tetap berusaha mempertahankan bendera agar tidak jatuh.
Akhirnya, Mus’ab bin Umair gugur di medan perang. Rasulullah SAW pun sangat berduka saat melihat jenazah sahabatnya itu. Mus’ab dikenang sebagai sosok yang setia, berani, dan telah menepati janjinya kepada Allah.
Kisah Mus’ab bin Umair menjadi salah satu teladan dalam sejarah Islam. Dari seorang pemuda yang sederhana, ia berhasil menjadi duta Islam pertama yang membuka jalan berkembangnya Islam di Madinah. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikhikmah













