Indonesia Tunda Pembahasan Dewan Perdamaian di Tengah Perang Timur Tengah

0
Hamas
Board of Peace/BoP.Foto : setneg.go.id

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menegaskan pembahasan mengenai Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) ditangguhkan sementara, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan tidak ada diskusi terkait BoP dalam sepekan terakhir. “Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menlu juga beberapa hari yang lalu bahwa segala pembahasan tentang BoP saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold,” ujarnya dalam press briefing di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Yvonne menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah keselamatan dan pelindungan WNI di wilayah terdampak perang. Selain itu, Kemlu tengah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dampak eskalasi konflik.

Baca Juga :  3 Pemain Sepak Bola Naturalisasi Resmi Jadi WNI

Ia juga menanggapi desakan sejumlah organisasi masyarakat yang meminta Indonesia keluar dari BoP setelah serangan bersama Amerika Serikat dan Israel ke Iran. “Saya tekankan sekali lagi bahwa setiap keputusan mengenai keikutsertaan Indonesia dalam mekanisme internasional apapun akan didasarkan pada prinsip politik luar negeri Indonesia dan yang terpenting adalah kepentingan nasional kita,” jelasnya.

Di tengah desakan publik, Yvonne menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap berkontribusi pada perdamaian Palestina. “Partisipasi kita di BoP tetap konsisten untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi di Palestina,” katanya.

Baca Juga :  Dua Pegolf Indonesia Tampil Gemilang, Bersaing Ketat di Posisi Top 10 Hari Pertama Indonesia Women’s Open

Pernyataan ini menjadi sorotan, karena bagi banyak masyarakat Indonesia, isu Palestina bukan sekadar politik luar negeri, melainkan bagian dari solidaritas kemanusiaan. Sejumlah tokoh masyarakat sipil menyebut keikutsertaan Indonesia di BoP harus mencerminkan sikap moral bangsa.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah termasuk di antara organisasi yang meminta Indonesia keluar dari BoP. Lebih dari 60 tokoh dan 70 organisasi masyarakat sipil juga menandatangani petisi serupa, menilai tindakan AS dan Israel melanggar hukum internasional serta merusak perdamaian dunia.

Baca Juga :  Indonesia vs Jepang di Semifinal AFC Futsal 2026, Duel Sarat Emosi di Indonesia Arena

BoP dibentuk atas inisiatif Presiden AS Donald Trump dengan klaim menciptakan perdamaian abadi di Timur Tengah. Namun, serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu justru memperlihatkan sebaliknya. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Panglima Garda Revolusi, hingga Menteri Pertahanan.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan, memperluas konflik menjadi pertempuran regional.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com