NARASITODAY.COM, JAKARTA – Menghadapi anak dengan autisme yang mengalami tantrum di tempat umum seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Situasi ini tidak hanya menguras emosi, tetapi juga kerap menimbulkan rasa tidak nyaman karena berada di tengah keramaian. Namun, dengan pemahaman dan strategi yang tepat, kondisi tersebut dapat ditangani dengan lebih tenang dan efektif.
Tantrum pada anak autis umumnya bukan sekadar bentuk perilaku “nakal”, melainkan respons terhadap rangsangan berlebih (sensory overload), perubahan rutinitas, atau kesulitan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan pun perlu berbeda dan lebih penuh empati.
Berikut lima trik yang bisa diterapkan orang tua saat menghadapi tantrum anak autis di tempat umum:
- Kenali Pemicu Sejak Dini
Setiap anak memiliki pemicu yang berbeda, seperti suara bising, cahaya terang, atau keramaian. Orang tua disarankan untuk mengenali tanda-tanda awal sebelum tantrum terjadi, sehingga dapat melakukan pencegahan lebih cepat. - Tetap Tenang dan Jangan Panik
Reaksi orang tua sangat memengaruhi kondisi anak. Saat anak mulai tantrum, usahakan tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Sikap yang stabil akan membantu anak merasa lebih aman. - Cari Tempat yang Lebih Tenang
Jika memungkinkan, segera pindahkan anak ke area yang lebih sepi untuk mengurangi rangsangan berlebih. Lingkungan yang lebih kondusif dapat membantu anak menenangkan diri lebih cepat. - Gunakan Alat Bantu atau Benda Favorit
Membawa benda kesukaan anak, seperti mainan, headphone peredam suara, atau makanan favorit, dapat menjadi cara efektif untuk mengalihkan perhatian dan memberikan rasa nyaman. - Buat Rutinitas dan Persiapan Sebelum Keluar Rumah
Sebelum bepergian, beri penjelasan sederhana kepada anak tentang tempat yang akan dikunjungi. Persiapan yang matang dapat mengurangi kecemasan dan meminimalkan risiko tantrum.
Para ahli juga menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Dukungan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar orang tua tidak merasa sendirian saat menghadapi situasi tersebut.
Dengan pendekatan yang tepat, tantrum bukan lagi hambatan besar untuk beraktivitas di luar rumah. Sebaliknya, momen tersebut bisa menjadi bagian dari proses belajar bagi anak maupun orang tua dalam membangun komunikasi dan kepercayaan yang lebih baik.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














