NARASITODAY.COM, BITUNG – Warga Bitung, Sulawesi Utara, kembali dikejutkan oleh guncangan bumi yang cukup kuat pada Jumat pagi (4/4/2026). Di tengah upaya warga untuk bangkit dari dampak gempa besar dua hari lalu, bumi kembali bergeliat dengan kekuatan Magnitudo 5,8, seolah mengingatkan bahwa ancaman tektonik di wilayah tersebut belum sepenuhnya mereda.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa terjadi sekitar pukul 08.35 WIB. Pusat getaran terpantau berada di 121 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman dangkal sekitar 29 km.
Tanpa Potensi Tsunami, Namun Tetap Waspada
Guncangan ini sempat memicu kepanikan sesaat bagi warga yang masih trauma. Namun, tak lama berselang, BMKG merilis pernyataan resmi untuk menenangkan publik bahwa gempa kali ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Mengingat sifat data seismik yang bergerak cepat, pihak otoritas memberikan catatan penting mengenai informasi awal ini.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan baru atau korban jiwa akibat guncangan Jumat pagi tersebut.
Menata Sisa Reruntuhan dari Gempa Utama
Gempa Magnitudo 5,8 ini terasa lebih mencekam karena terjadi hanya berselang 48 jam setelah Bitung dihantam gempa dahsyat bermagnitudo 7,6 pada Kamis (2/4). Gempa utama tersebut sempat memicu alarm tsunami dan mengirimkan gelombang kecil ke berbagai wilayah pesisir.
Catatan sejarah bencana pekan ini menunjukkan betapa rentannya pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara:
- Halmahera Barat: Tsunami kecil setinggi 0,3 meter.
- Wilayah Terdampak Lainnya: Tsunami terpantau di Belang, Bumbulan, Gita, Kedi, Minahasa Utara, Sidangoli, hingga Sitaro.
Sejak gempa besar hari Kamis, wilayah Bitung dan sekitarnya seolah tak pernah benar-benar diam. BMKG mencatat telah terjadi puluhan gempa susulan yang terus menghantui ketenangan warga. Banyak keluarga yang memilih untuk tetap berada di luar rumah atau di tenda-tenda darurat, khawatir struktur bangunan yang sudah retak akan roboh jika guncangan terus berlanjut.
Bagi warga Bitung, Jumat ini bukan sekadar hari biasa, melainkan ujian kesabaran di tengah alam yang sedang tidak bersahabat. Otoritas setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta menghindari bangunan yang sudah tidak stabil akibat rentetan aktivitas tektonik yang terjadi sepanjang pekan ini.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














