NARASITODAY.COM,LONDON – Panggung megah Wireless Festival yang dijadwalkan berlangsung Juli mendatang kini tengah diguncang prahara di balik layar. Niat penyelenggara untuk memboyong rapper kontroversial Kanye West yang kini akrab disapa Ye justru berujung pada eksodus massal para sponsor raksasa dari daftar mitra acara.
Musisi asal Amerika Serikat tersebut sejatinya dijadwalkan tampil selama tiga malam sebagai bagian dari tur comeback Eropa miliknya. Namun, sejarah panjang pernyataan anti-Semit sang artis tampaknya menjadi garis merah yang tidak ingin diseberangi oleh dunia korporat.
Raksasa minuman ringan Pepsi, yang semula menjadi sponsor utama, dilaporkan telah menarik diri secara resmi. Langkah serupa diikuti oleh Diageo, perusahaan induk merek minuman kenamaan seperti Johnnie Walker dan Captain Morgan.
“Kami telah memberi tahu penyelenggara tentang kekhawatiran kami dan saat ini, Diageo tidak akan mensponsori Wireless Festival 2026,” tegas seorang juru bicara kepada AFP, Minggu (5/4/2026).
Tekanan Politik di Pintu Masuk Inggris
Gelombang penolakan tidak hanya datang dari sektor ekonomi. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, turut angkat bicara dan menyatakan keprihatinan mendalam atas keputusan panitia yang tetap memesan slot untuk West.
Dalam wawancaranya dengan surat kabar The Sun, Starmer melontarkan kritik tajam terhadap rekam jejak sang musisi. Ia menilai kehadiran West tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung Inggris.
“Sangat mengkhawatirkan Kanye West telah dipesan untuk tampil di Wireless meskipun pernyataan anti-Semitnya sebelumnya dan perayaan Nazisme,” ujar Starmer. Ia menambahkan dengan tegas bahwa, “anti-Semit dalam bentuk apa pun menjijikkan dan harus dihadapi dengan tegas.”
Desakan Pencekalan dan Kontroversi Lagu Baru
Di sisi lain, kelompok aktivis Campaign Against Antisemitism mendesak pemerintah untuk bertindak lebih jauh dengan melarang West menginjakkan kaki di tanah Inggris. Mereka berpendapat bahwa sebagai warga negara asing, kehadiran West dianggap tidak kondusif bagi kepentingan umum.
“Tentu ini kasus yang jelas,” tulis badan amal tersebut melalui platform X.
Kontroversi ini semakin meruncing mengingat tindakan West pada Mei 2025 lalu, di mana ia merilis lagu berjudul Heil Hitler untuk memperingati 80 tahun kekalahan Nazi. Meski lagu tersebut telah diblokir oleh berbagai platform streaming, dampaknya masih membekas dan memicu penolakan serupa di Prancis, khususnya di Marseille, di mana sang wali kota menyatakan West “tidak diterima”.
Keheningan Penyelenggara
Hingga saat ini, Live Nation selaku perusahaan pengelola festival belum memberikan pernyataan resmi terkait hilangnya para sponsor utama maupun tekanan politik dari pemerintah.
Kanye West sendiri sebelumnya sempat menyatakan penyesalan atas ujaran-ujaran kebenciannya di masa lalu, dengan alasan gangguan bipolar yang dideritanya. Namun, bagi publik dan pemegang kebijakan di London, penjelasan tersebut tampaknya belum cukup untuk menghapus kekhawatiran akan dampak kehadirannya di panggung festival Juli nanti.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














