NARASITODAY.COM,JAKARTA – Selulit merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan permukaan bergelombang atau berlesung, umumnya muncul di area paha, bokong, pinggul, dan perut. Kondisi ini sangat umum terjadi, terutama pada perempuan, dan bukan merupakan tanda penyakit maupun indikator bahwa seseorang tidak sehat.
Munculnya selulit dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari struktur kulit hingga gaya hidup. Memahami penyebabnya dapat membantu seseorang merawat kulit dengan lebih tepat serta memiliki ekspektasi yang realistis terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh.
Berikut lima aspek yang memengaruhi munculnya selulit pada kulit.
1. Struktur Jaringan di Bawah Kulit
Salah satu penyebab utama selulit adalah cara jaringan lemak dan jaringan ikat tersusun di bawah permukaan kulit. Ketika sel-sel lemak mendorong ke arah kulit sementara jaringan ikat menarik ke bawah, permukaan kulit dapat terlihat bergelombang atau berlesung.
Kondisi ini merupakan bagian dari struktur alami tubuh dan dapat terjadi pada siapa saja.
2. Faktor Genetik
Genetik memiliki peran besar dalam menentukan kemungkinan seseorang mengalami selulit. Faktor keturunan dapat memengaruhi ketebalan kulit, distribusi lemak, elastisitas jaringan, hingga metabolisme tubuh.
Jika anggota keluarga memiliki selulit, peluang seseorang mengalami kondisi serupa juga dapat meningkat.
3. Perubahan Hormon
Hormon, terutama estrogen, diyakini berperan dalam pembentukan selulit. Perubahan kadar hormon yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, atau menopause dapat memengaruhi sirkulasi darah, produksi kolagen, dan penyimpanan lemak di bawah kulit.
Akibatnya, penampakan selulit pada beberapa orang bisa menjadi lebih jelas seiring bertambahnya usia atau perubahan hormonal.
4. Gaya Hidup dan Pola Aktivitas
Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang kurang seimbang, kebiasaan merokok, serta kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan kulit dan jaringan di bawahnya. Meski bukan penyebab langsung, faktor-faktor ini dapat membuat selulit tampak lebih menonjol pada sebagian orang.
Menjaga pola hidup sehat dapat membantu mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan.
5. Bertambahnya Usia
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin alami tubuh akan menurun. Kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan sebagian elastisitasnya sehingga jaringan lemak di bawah kulit lebih mudah terlihat.
Karena itu, selulit cenderung tampak lebih jelas pada usia dewasa dibandingkan saat masih muda.
Selulit Adalah Kondisi yang Umum
Para ahli menyebut selulit sebagai kondisi kosmetik yang sangat umum dan tidak berbahaya. Banyak orang dengan berat badan ideal maupun yang rutin berolahraga tetap dapat memiliki selulit karena faktor utamanya berkaitan dengan struktur kulit dan faktor biologis.
Berbagai perawatan, seperti olahraga, menjaga berat badan yang stabil, serta perawatan dermatologis tertentu, dapat membantu memperbaiki tampilan kulit pada sebagian orang. Namun, hingga saat ini belum ada metode yang dapat menghilangkan selulit secara permanen pada semua orang.
Yang terpenting, memahami bahwa selulit merupakan variasi normal pada tubuh dapat membantu mengurangi stigma sekaligus mendorong perawatan kulit yang berfokus pada kesehatan, bukan semata-mata penampilan.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














