
NARASITODAY.COM,DALLAS – Label super sub tampaknya makin melekat erat pada diri Mikel Merino. Gelandang asal klub Arsenal tersebut kembali menjadi pahlawan dari bangku cadangan, mengunci kemenangan dramatis Spanyol 2-1 atas Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026, sekaligus memesan tiket ke babak empat besar.
Ketika pertandingan di Stadion tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Merino muncul memecah kebuntuan pada menit ke-88. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, ia bergerak lebih cepat daripada penjaga gawang pengganti Belgia asal Manchester United, Senne Lammens, yang masuk menggantikan Thibaut Courtois akibat cedera otot di babak kedua.
Dengan hasil ini, armada La Roja sukses melangkah ke semifinal untuk menantang tim favorit juara, Prancis, di Dallas pada Selasa (14/07/2026) mendatang.
Bagi Merino, aksi dramatis di menit-menit akhir seperti ini bukanlah hal baru. Pada babak 16 besar lalu, ia juga masuk sebagai pemain pengganti dan melesakkan gol tunggal penentu kemenangan Spanyol atas Portugal di masa injury time.
Saat ditanya awak media apakah rentetan gol krusialnya ini hanyalah faktor keberuntungan semata, Merino menepisnya dan menegaskan bahwa semuanya adalah buah dari kesiapan mental.
“Saya percaya pada beberapa kebetulan, tapi menurut saya ini bukan suatu kebetulan. Itu karena aku benar-benar bersiap ketika saatnya tiba,” kata Merino kepada wartawan seusai laga.
Meski demikian, Merino tak menampik bahwa dirinya masih tidak percaya bisa kembali menjadi penentu nasib negaranya di panggung sebesar Piala Dunia.
“Saya tidak dapat membayangkan, bahkan dalam mimpi terliar saya, mencapai apa yang terjadi saat ini. Saya selalu yakin saya bisa tampil baik kapan pun saya melangkah ke lapangan. Saya yakin momen saya akan tiba,” aku Merino haru.
Senjata Rahasia dari Bangku Cadangan
Reputasi Merino sebagai penghancur asa lawan di menit-menit krusial sejatinya sudah tercium sejak Euro 2024 silam, ketika sundulannya pada menit ke-119 menyingkirkan tuan rumah Jerman di perempat final sebelum akhirnya membawa Spanyol keluar sebagai juara Eropa.
Gaya mainnya yang tenang saat menguasai bola namun mematikan ketika merangsek ke kotak penalti di menit-menit akhir pertandingan, menjadikannya senjata rahasia yang sangat diandalkan, baik di level klub bersama Arsenal maupun di panggung internasional.
Kehadiran Merino yang selalu siap memberikan segalanya dari bangku cadangan mendapat pujian setinggi langit dari sang pelatih, Luis de la Fuente. Bagi sang juru taktik, Merino adalah teladan dari kerja keras kolektif yang ia tanamkan di skuad Spanyol saat ini.
“Merino punya banyak kekuatan; dia bisa bermain untuk tim nasional atau klub mana pun, dan bagi kami dia sangat cocok untuk tim ini dan gaya permainannya. Kami tahu bahwa kapan pun kami membutuhkannya, dia selalu ada,” puji Luis de la Fuente.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id












