Ribuan Mahasiswa India Demo, Skandal Ujian Jadi Isu Politik Nasional

0
India
Ilustrasi Kerumunan orang-orang demonstran.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, NEW DELHI – Ribuan mahasiswa di New Delhi, India, terus menggelar aksi demonstrasi menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas skandal kebocoran soal ujian nasional dan dugaan korupsi.

Aksi yang awalnya berfokus pada persoalan pendidikan tersebut kini berkembang menjadi isu politik setelah sejumlah partai oposisi turun langsung memberikan dukungan kepada para demonstran.

Mengutip Reuters, Rabu (22/7/2026), aksi tersebut digerakkan oleh kelompok mahasiswa yang menamakan diri Partai Kecoa (CJP). Mereka menuntut transparansi dalam sistem ujian nasional serta meminta pemerintah bertanggung jawab atas kebocoran soal yang disebut merugikan jutaan peserta.

Aksi mahasiswa mendapat respons keras dari aparat keamanan. Polisi menggunakan gas air mata dan tongkat pemukul untuk membubarkan massa yang bertahan di lokasi demonstrasi.

Namun, tindakan aparat justru memperluas dukungan terhadap gerakan mahasiswa. Sejumlah tokoh oposisi mendatangi lokasi aksi, memberikan bantuan hukum, serta menyalurkan logistik kepada para peserta demonstrasi.

Salah satu tokoh yang turun memberikan dukungan adalah pemimpin oposisi Partai Kongres, Rahul Gandhi. Ia mengecam tindakan aparat dan menilai pemerintah tidak dapat mengabaikan tuntutan mahasiswa.

“Serangan terhadap mahasiswa adalah serangan terhadap setiap keluarga di negara ini. PM merasa dia bisa lolos tanpa memberikan jawaban dan tanpa konsekuensi. Dia tidak bisa melakukannya kali ini. Suara dari para mahasiswa tidak akan diabaikan,” tegas Rahul Gandhi sebelum akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian di luar kediaman resmi perdana menteri.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Sukabumi, Ratusan Rumah di Bogor Terdampak

Keterlibatan oposisi membuat aksi mahasiswa tersebut berubah menjadi sorotan nasional. Rekaman tindakan aparat terhadap demonstran yang tersebar luas di media sosial semakin meningkatkan perhatian publik terhadap isu tersebut.

Oposisi Melihat Peluang Politik

Para analis menilai dukungan partai oposisi terhadap gerakan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan isu pendidikan, tetapi juga menjadi strategi untuk menarik dukungan pemilih muda.

Kelompok usia di bawah 30 tahun diperkirakan mencakup lebih dari separuh populasi India, sehingga suara generasi muda menjadi faktor penting dalam persaingan politik menjelang pemilihan daerah di sejumlah wilayah pada tahun depan.

Meski demikian, masuknya kepentingan politik ke dalam gerakan mahasiswa juga membawa tantangan. Dukungan dari partai besar dapat memperkuat tekanan terhadap pemerintah, tetapi berisiko membuat tuntutan utama mahasiswa bergeser menjadi agenda politik.

“Saya pikir oposisi telah mendapatkan sinyal yang sangat jelas bahwa ada sentimen yang sangat kuat menentang pemerintah, setidaknya dalam isu ini. Jika gerakan ini tetap tidak terarah, peluang terjadinya penindakan lebih lanjut terhadap gerakan tersebut jauh lebih tinggi. Jadi partai-partai oposisi melihatnya sebagai peluang dan coba membangun simpati di antara para demonstran,” terang Profesor Sanjay Kumar dari Centre for the Study of Developing Societies.

Baca Juga :  Jalan Raya Parung Kembali Memakan Korban, Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Sementara itu, media-media yang mendukung pemerintah menuduh kelompok oposisi sengaja memanfaatkan aksi mahasiswa untuk mendapatkan keuntungan politik dan meningkatkan citra menjelang pemilu.

Mahasiswa Pertahankan Independensi Gerakan

Di tengah meningkatnya perhatian politik, kelompok CJP berusaha menjaga agar aksi mereka tetap berada di jalur awal, yaitu memperjuangkan transparansi pendidikan dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah.

Para demonstran menyambut dukungan dari partai oposisi, tetapi menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan bagian dari agenda politik tertentu.

Sejumlah pemimpin oposisi mendatangi kamp-kamp mahasiswa yang bertahan di tengah cuaca panas ekstrem, sekitar tiga kilometer dari gedung parlemen India.

“Ini bukan protes politik. Ini adalah gerakan massa, ini adalah gerakan mahasiswa dan kami mengapresiasi dukungan yang kami dapatkan dari partai-partai oposisi. CJP yang mengundang oposisi dan sekarang mereka datang memberi kita dukungan. Itu memotivasi kami. Kami tidak akan membiarkan politik apa pun terjadi di sini,” ujar juru bicara CJP.

Baca Juga :  Dewan Kesejahteraan Buruh Belum Juga Diumumkan Prabowo, Apa Penyebabnya?

Pemerintah India hingga kini belum memberikan pernyataan langsung terkait tuntutan mahasiswa agar Menteri Pendidikan mengundurkan diri. Namun, juru bicara kabinet menyatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah tegas untuk melindungi kepentingan mahasiswa.

Isu Pendidikan Jadi Arena Politik Nasional

Meningkatnya dukungan politik terhadap aksi mahasiswa membuat skandal kebocoran soal ujian berkembang menjadi isu yang lebih luas. Persoalan tersebut kini menjadi bagian dari persaingan antara pemerintah dan oposisi untuk merebut dukungan generasi muda.

Analis politik dari Observer Research Foundation, Rasheed Kidwai, menilai langkah partai politik mendekati gerakan mahasiswa tidak terlepas dari kepentingan elektoral.

“Ada upaya saling mengungguli di antara partai-partai politik mengenai siapa yang paling bisa menempatkan diri sebagai pahlawan bagi pemuda. Setiap partai politik bertindak sesuai dengan kalkulasi elektoralnya masing-masing, terutama dengan mendekatnya pemilu daerah,” pungkas Rasheed Kidwai.

Dengan semakin besarnya perhatian publik, aksi mahasiswa di New Delhi kini menjadi ujian bagi pemerintah India dalam menangani tuntutan transparansi pendidikan sekaligus menghadapi tekanan politik dari kelompok oposisi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com