Popo Siroyo: Istilah Korea yang Jadi Tren, Apa Sih Artinya?

0
Popo Siroyo

NARASITODAY.COM – Belakangan ini, istilah popo siroyo kerap terdengar, terutama di TikTok. Tren ini menjadi viral, bahkan banyak netizen yang memparodikan istilah tersebut, mengikuti adegan dari film Laut Tengah. Meskipun banyak yang tahu bahwa istilah ini sedang populer, banyak juga yang penasaran dengan arti sebenarnya. Lantas, apa sih makna dari popo siroyo? Berikut penjelasannya.

1. Apa Itu Popo Siroyo?

Popo siroyo adalah gabungan dua kata dalam bahasa Korea, yaitu “popo” (뽀뽀) dan “siroyo” (ì‹«ì–´ìš”). “Popo” berarti cium atau kecup, sementara “siroyo” berarti tidak mau atau aku benci. Jika digabungkan, popo siroyo berarti “tidak mau dicium.”

Baca Juga :  Dampak Letusan Axial Seamount terhadap Aktivitas Seismik di Zona Subduksi Cascadia

Namun, kepopuleran istilah ini tak lepas dari adegan dalam film Laut Tengah yang menjadi viral. Dalam salah satu adegan, seorang ayah bertanya kepada anak perempuannya, “Popo?” sebelum ia turun dari mobil. Anak itu menjawab, “Siroyo.” Percakapan tersebut langsung menarik perhatian netizen karena logat lucu yang digunakan kedua pemeran, hingga akhirnya banyak yang menirukan atau memparodikan adegan itu di media sosial.

2. Perbedaan Popo dan Kiseu (Kiss)

Baca Juga :  Korea Utara Tegaskan Tidak Akan Terikat Perjanjian Senjata Nuklir, Tekankan Kedaulatan Nasional

Meski keduanya mengacu pada ciuman, ada perbedaan antara popo dan kiseu dalam bahasa Korea. Seperti yang dijelaskan oleh akun Instagram Berita Korea, popo lebih merujuk pada kecupan atau ciuman ringan yang umumnya ditujukan kepada anak kecil atau teman dekat. Berbeda dengan kiseu yang merujuk pada ciuman romantis dan intens, yang biasanya terjadi antara pasangan.

Contoh penggunaan popo dan kiseu:

  • Eomma-hante ppoppo hae! (Cium mama!)
  • Uri kiseu halkka? (Mau ciuman?)

3. Penggunaan Kata Siroyo

Kata siroyo berasal dari kata silta yang artinya “tidak mau” atau “tidak suka”. Biasanya, siroyo digunakan untuk menolak sesuatu dengan cara yang sopan. Dalam hal ini, siroyo digunakan untuk menyatakan ketidakmauan atau kebencian terhadap sesuatu, berbeda dengan andwae, yang sering digunakan dalam drama Korea untuk menegaskan penolakan karena sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Dorong Percepatan Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di Seluruh Wilayah Kabupaten Bogor

Sebagai contoh, andwae bisa diartikan sebagai “jangan,” sementara siroyo lebih ringan, mengungkapkan penolakan yang lebih santai namun tetap jelas.

Sekarang, kamu sudah tahu arti dari popo siroyo yang viral ini, kan? Semoga penjelasan ini menambah pengetahuanmu tentang bahasa Korea dan budaya populer yang sedang berkembang.***