Hangatnya Diplomasi di Landasan Halim, Mentan Amran Antar Kepulangan Presiden Brasil Lula da Silva

0
Hangat Diplomasi
Mentan Amran mendampingi Presiden Lula. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Di bawah langit sore Jakarta yang teduh, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berdiri di sisi landasan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Ia tidak sedang menghadiri rapat kabinet atau meninjau sawah percontohan, melainkan menjalankan tugas diplomatik, mengantar kepulangan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, Jumat (24/10/2025).

Prosesi pengantaran itu berlangsung sederhana namun penuh makna.

Mentan Amran mendampingi Presiden Lula meniti karpet merah, melewati barisan pasukan kehormatan, sebelum keduanya saling berjabat tangan dan bertukar salam hangat.

Dalam senyum dan lambaian tangan terakhir, tersirat persahabatan dua bangsa yang sama-sama bertumpu pada kekuatan agraria.

Baca Juga :  Bentrokan di Serbia Memanas, Protes Antipemerintah Berujung Kekerasan di Novi Sad

“Saya sangat terkesan dengan keramahan beliau. Presiden Lula menitip salam hormat untuk Bapak Presiden Prabowo. Beliau orang yang sangat baik,” ujar Amran selepas prosesi perpisahan.

Bukan kali pertama Mentan Amran bertemu Presiden Lula. Dua hari sebelumnya, ia turut menyambut kedatangan sang presiden di tempat yang sama.

Kunjungan tiga hari (22-24 Oktober 2025) itu menjadi simbol kedekatan dua negara tropis yang sama-sama kaya sumber daya alam dan berbagi cita-cita besar di sektor pertanian, perdagangan, serta energi hijau.

Dalam pertemuan bilateral di Istana Negara, Kamis (23/10/2025), Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lula menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama ekonomi hijau serta memperkuat ketahanan pangan dunia. Mentan Amran yang turut hadir menyebut momen itu sebagai “awal dari babak baru hubungan pertanian global selatan.”

Baca Juga :  Mengungkap 5 Tradisi Natal di Inggris yang Dijaga Turun-temurun dari Generasi ke Generasi

“Indonesia dan Brasil sama-sama negara agraris besar. Kita tidak bersaing, tapi saling melengkapi. Ini bukti bahwa negara-negara selatan bisa berdiri sejajar, saling menguatkan dalam kemandirian pangan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar diplomasi formal, hubungan Indonesia Brasil kini mulai menyentuh akar ekonomi rakyat dari pertukaran riset benih unggul hingga pengembangan bioenergi berbasis pertanian.

Baca Juga :  Nike Umumkan PHK 1.400 Karyawan Global sebagai Strategi Merampingkan Operasi

Bagi Amran, kolaborasi ini bukan hanya soal perdagangan, tapi juga tentang masa depan pangan dunia.

“Presiden Prabowo selalu menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak bisa ditawar. Setiap kerja sama internasional harus berdampak nyata bagi petani dan produksi nasional,” tegasnya.

Malam itu, pesawat kepresidenan Brasil lepas landas meninggalkan Jakarta, namun jejak persahabatan dua negara agraris itu kian kuat tertanam.

Di balik prosesi kenegaraan yang penuh tata hormat, tersimpan pesan diplomasi yang hangat bahwa sawah, ladang, dan semangat rakyat kecil bisa menjadi jembatan persahabatan antara bangsa-bangsa besar.***

Wartawan : Andreas