NARASITODAY.COM, BOGOR – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah untuk merekrut siswa Sekolah Rakyat Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pendaftaran tidak dibuka secara mandiri, melainkan dilakukan melalui penjangkauan langsung kepada masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah Kabupaten Bogor.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan mekanisme itu dirancang agar calon siswa dari keluarga tidak mampu tidak terlewat dalam proses seleksi.
“Jadi ada penjangkauan, ada pembukaan, pendaftaran dijangkau oleh pemerintah, Kemensos, pemerintah daerah, dan BPS,” ujar Gus Ipul sapaan akrabnya di Bogor, Senin (27/4/2026).
Terkait asal siswa, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat Jasinga hanya menerima peserta dari wilayah Kabupaten Bogor, sesuai status sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.
Sekolah tersebut akan menerapkan sistem berasrama dengan waktu pembelajaran hingga 20 jam per hari, mencakup pendidikan formal berjenjang SD, SMP, dan SMA sesuai kurikulum nasional, serta pendidikan karakter pada sore hari.
Untuk menunjang proses belajar, fasilitas yang disiapkan meliputi laboratorium, perpustakaan, ruang ekstrakurikuler, dan sarana asrama sebagai bagian dari komitmen pemerintah agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan optimal.***
Editor : Alysa
Wartawan : Amelia Azizah
Sumber : Timetoday.id













